STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA
PENDAHULUAN
SEJARAH STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA
Sejarah struktur organisasi dan pembagian kerja dapat ditelusuri kembali ke masa awal peradaban manusia ketika masyarakat mulai membentuk kelompok dan menetapkan peran-peran tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Pada masa awal, pembagian kerja dalam masyarakat lebih bersifat alami dan didasarkan pada kebutuhan dasar seperti berburu, bertani, dan melindungi kelompok dari ancaman eksternal. Pembagian kerja ini sangat sederhana dan tidak formal, dengan peran-peran yang ditentukan berdasarkan kemampuan fisik dan keterampilan yang dimiliki oleh individu.
Perkembangan lebih lanjut terjadi pada masa peradaban Mesir Kuno dan Romawi, di mana struktur organisasi mulai terbentuk secara lebih formal dalam konteks militer, pemerintahan, dan pembangunan. Contohnya, pembangunan piramida di Mesir menunjukkan adanya pembagian kerja yang sangat terstruktur, dengan ribuan pekerja yang dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang bertanggung jawab atas berbagai aspek dari proyek tersebut. Dalam militer Romawi, struktur organisasi yang hierarkis dan pembagian kerja yang jelas menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menaklukkan dan mengelola wilayah yang luas.
Seiring waktu, struktur organisasi dan pembagian kerja berkembang sejalan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi. Pada abad ke-18 dan 19, Revolusi Industri membawa perubahan besar dalam cara organisasi diatur. Perusahaan-perusahaan besar mulai muncul, dan kebutuhan akan pembagian kerja yang lebih rinci dan struktur organisasi yang lebih kompleks menjadi semakin jelas. Dalam pabrik-pabrik manufaktur, tugas-tugas dibagi secara spesifik berdasarkan fungsi-fungsi tertentu seperti produksi, pemasaran, dan administrasi. Pada saat yang sama, teori manajemen mulai berkembang, dengan tokoh-tokoh seperti Adam Smith dan Frederick Winslow Taylor yang mengemukakan gagasan tentang efisiensi melalui pembagian kerja dan manajemen ilmiah.
Adam Smith, dalam bukunya The Wealth of Nations (1776), memperkenalkan konsep pembagian kerja sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas. Ia mengamati bahwa ketika tugas-tugas dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dikerjakan oleh individu-individu yang berbeda, produktivitas meningkat karena pekerja menjadi lebih terampil dan efisien dalam menjalankan tugas tertentu. Smith menggunakan contoh produksi pin untuk menggambarkan bagaimana pembagian kerja dapat menghasilkan peningkatan output yang signifikan.
Pada awal abad ke-20, Frederick Winslow Taylor memperkenalkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah, yang menekankan pentingnya pembagian kerja yang sistematis dan penggunaan metode ilmiah dalam manajemen. Taylor percaya bahwa setiap tugas dapat dianalisis dan dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, yang kemudian dapat dioptimalkan untuk mencapai efisiensi maksimum. Pendekatan ini membawa perubahan besar dalam cara pekerjaan diorganisasikan dan menjadi dasar bagi banyak praktik manajemen modern.
Dalam dekade-dekade berikutnya, struktur organisasi dan pembagian kerja terus berkembang dengan munculnya berbagai teori dan model manajemen. Misalnya, teori birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber menekankan pentingnya struktur hierarkis, aturan-aturan yang jelas, dan pembagian kerja yang formal dalam organisasi. Model ini menjadi dasar bagi banyak organisasi pemerintah dan perusahaan besar di seluruh dunia.
Dengan berkembangnya teknologi informasi dan globalisasi pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, struktur organisasi menjadi semakin kompleks dan fleksibel. Pembagian kerja tidak lagi hanya berdasarkan fungsi-fungsi tradisional, tetapi juga melibatkan kerja tim, jaringan, dan kolaborasi antar-departemen serta lintas batas geografis. Organisasi modern sering kali mengadopsi struktur matriks, tim proyek, atau organisasi virtual yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan bisnis yang dinamis.
PENGERTIAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA
Struktur organisasi dan pembagian kerja adalah konsep dasar dalam manajemen yang berkaitan dengan cara organisasi mengatur sumber daya manusia dan tugas-tugas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi merujuk pada susunan formal dari peran, tanggung jawab, dan hubungan pelaporan dalam suatu organisasi. Ini mencakup bagaimana tugas-tugas dibagi, siapa yang bertanggung jawab atas apa, dan bagaimana koordinasi antara berbagai bagian organisasi dilakukan.
Pembagian kerja, di sisi lain, merujuk pada proses penguraian pekerjaan menjadi tugas-tugas yang lebih spesifik yang kemudian didistribusikan kepada individu atau kelompok dalam organisasi. Tujuan dari pembagian kerja adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan membagi tugas-tugas besar yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Setiap individu atau tim dalam organisasi diberikan tugas tertentu berdasarkan keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi mereka.
Pengaturan struktur organisasi dan pembagian kerja yang efektif sangat penting untuk mencapai kinerja organisasi yang optimal. Ini membantu memastikan bahwa setiap bagian dari organisasi bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan keseluruhan, menghindari duplikasi pekerjaan, dan memaksimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia.
DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA MENURUT PARA AHLI
Beberapa ahli manajemen telah memberikan definisi mengenai struktur organisasi dan pembagian kerja yang mencerminkan pentingnya konsep ini dalam dunia bisnis dan manajemen. Berikut adalah beberapa definisi dari para ahli:
- Henry Mintzberg: Mintzberg mendefinisikan struktur organisasi sebagai cara di mana pekerjaan dalam organisasi dibagi menjadi tugas-tugas yang berbeda dan kemudian dikoordinasikan untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Mintzberg, struktur organisasi mencakup lima elemen dasar: pekerjaan individu, pengelompokan pekerjaan, hubungan pelaporan, sistem koordinasi, dan sistem komunikasi.
- Max Weber: Weber, dalam teorinya tentang birokrasi, mendefinisikan struktur organisasi sebagai susunan hierarkis dari wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi yang diatur oleh aturan dan prosedur yang formal. Menurut Weber, struktur organisasi yang birokratis memastikan efisiensi dan keadilan dalam pelaksanaan tugas-tugas.
- Frederick Winslow Taylor: Taylor, yang dikenal dengan manajemen ilmiah, mendefinisikan pembagian kerja sebagai proses membagi pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil yang spesifik dan kemudian mengatur tugas-tugas tersebut agar dilakukan oleh pekerja yang paling sesuai dengan kualifikasi mereka. Menurut Taylor, pembagian kerja yang efektif dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
- Chester Barnard: Barnard mendefinisikan struktur organisasi sebagai sistem kerjasama antara orang-orang yang memiliki tujuan bersama. Struktur ini dirancang untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas individu agar mereka dapat bekerja sama secara efektif dalam mencapai tujuan organisasi.
- Richard L. Daft: Daft mendefinisikan pembagian kerja sebagai proses di mana pekerjaan besar dalam organisasi dipecah menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, yang kemudian diberikan kepada individu-individu tertentu. Daft menekankan bahwa pembagian kerja memungkinkan spesialisasi, yang pada gilirannya meningkatkan keahlian dan efisiensi dalam pekerjaan.
TUJUAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA
Tujuan utama dari struktur organisasi dan pembagian kerja adalah untuk menciptakan suatu sistem yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan cara yang paling efisien dan efektif. Berikut beberapa tujuan spesifik dari struktur organisasi dan pembagian kerja:
- Meningkatkan Efisiensi Operasional: Dengan membagi pekerjaan menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan spesifik, serta mengatur tugas-tugas tersebut dalam suatu struktur yang jelas, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional. Setiap individu atau tim dapat fokus pada tugas-tugas tertentu, yang memungkinkan mereka untuk menjadi lebih ahli dan efisien dalam melaksanakan tugas tersebut.
- Mempermudah Pengawasan dan Pengendalian: Struktur organisasi yang jelas memudahkan manajer untuk mengawasi dan mengendalikan aktivitas-aktivitas dalam organisasi. Dengan adanya pembagian kerja yang terstruktur, manajer dapat dengan mudah memantau kinerja setiap bagian dan memastikan bahwa semua bagian bekerja sesuai dengan rencana.
- Mendorong Spesialisasi: Pembagian kerja memungkinkan individu untuk menjadi spesialis dalam tugas tertentu, yang dapat meningkatkan kualitas pekerjaan dan inovasi. Spesialisasi juga memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan keahlian individu secara maksimal.
- Meningkatkan Koordinasi: Struktur organisasi yang baik memfasilitasi koordinasi antara berbagai bagian organisasi. Dengan adanya hubungan pelaporan yang jelas dan sistem komunikasi yang efektif, setiap bagian organisasi dapat bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan keseluruhan.
- Mengoptimalkan Sumber Daya: Struktur organisasi dan pembagian kerja memungkinkan organisasi untuk mengalokasikan sumber daya secara optimal. Dengan membagi tugas-tugas dan tanggung jawab secara jelas, organisasi dapat memastikan bahwa tidak ada duplikasi pekerjaan dan bahwa sumber daya yang ada digunakan secara efisien.
- Memfasilitasi Pengambilan Keputusan: Struktur organisasi yang baik mempermudah proses pengambilan keputusan dengan menetapkan jalur komunikasi yang jelas dan wewenang yang terdistribusi. Ini memastikan bahwa keputusan dapat diambil dengan cepat dan tepat oleh orang yang paling berwenang.
MANFAAT STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA
Struktur organisasi dan pembagian kerja memiliki banyak manfaat bagi organisasi. Beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut:
- Peningkatan Produktivitas: Dengan adanya pembagian kerja yang jelas, individu dapat menjadi lebih terampil dan efisien dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas keseluruhan organisasi.
- Kualitas Pekerjaan yang Lebih Baik: Spesialisasi yang dihasilkan dari pembagian kerja memungkinkan individu untuk mengembangkan keahlian khusus dalam bidang tertentu, yang meningkatkan kualitas pekerjaan dan hasil yang dihasilkan.
- Peningkatan Motivasi Karyawan: Struktur organisasi yang jelas dan pembagian kerja yang adil dapat meningkatkan motivasi karyawan. Ketika karyawan memahami peran mereka dalam organisasi dan bagaimana pekerjaan mereka berkontribusi terhadap tujuan keseluruhan, mereka cenderung lebih termotivasi untuk bekerja dengan baik.
- Pengelolaan Risiko yang Lebih Baik: Dengan adanya struktur organisasi yang terstruktur dan pembagian kerja yang jelas, organisasi dapat mengelola risiko dengan lebih baik. Pembagian tanggung jawab yang tepat memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko secara lebih efektif.
- Peningkatan Komunikasi dan Koordinasi: Struktur organisasi yang baik memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang efektif antara berbagai bagian organisasi. Ini memastikan bahwa semua bagian organisasi bekerja secara sinergis dan bahwa informasi penting dapat disampaikan dengan cepat dan akurat.
- Fleksibilitas dalam Penyesuaian Terhadap Perubahan: Struktur organisasi yang baik memungkinkan organisasi untuk lebih mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan eksternal atau internal. Dengan adanya pembagian kerja yang jelas, organisasi dapat dengan cepat mengalokasikan kembali sumber daya atau mengubah strategi ketika diperlukan.
FUNGSI STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA
Struktur organisasi dan pembagian kerja memiliki beberapa fungsi penting dalam manajemen organisasi, yang meliputi:
- Fungsi Koordinasi: Struktur organisasi berfungsi untuk mengoordinasikan aktivitas-aktivitas dalam organisasi sehingga semua bagian dapat bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan yang sama. Pembagian kerja memastikan bahwa tugas-tugas yang saling terkait diatur dengan cara yang memungkinkan koordinasi yang efektif.
- Fungsi Pengawasan dan Pengendalian: Struktur organisasi menyediakan kerangka kerja untuk pengawasan dan pengendalian. Dengan adanya hubungan pelaporan yang jelas, manajer dapat mengawasi kinerja karyawan dan memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
- Fungsi Komunikasi: Struktur organisasi juga berfungsi sebagai jalur komunikasi dalam organisasi. Ini memastikan bahwa informasi dapat mengalir dengan lancar dari satu bagian ke bagian lainnya, yang penting untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisiensi operasional.
- Fungsi Pembagian Tugas: Salah satu fungsi utama dari struktur organisasi adalah untuk membagi tugas-tugas dalam organisasi sehingga setiap bagian atau individu memiliki tanggung jawab yang jelas. Pembagian tugas ini penting untuk menghindari tumpang tindih pekerjaan dan untuk memastikan bahwa semua tugas yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi dilaksanakan.
- Fungsi Penetapan Wewenang dan Tanggung Jawab: Struktur organisasi menetapkan wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi, yang penting untuk menjaga disiplin dan memastikan bahwa setiap orang mengetahui peran dan tugas mereka. Pembagian kerja membantu dalam mendistribusikan tanggung jawab secara tepat di seluruh organisasi.
- Fungsi Adaptasi: Struktur organisasi juga berfungsi untuk memungkinkan organisasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Dengan adanya struktur yang fleksibel, organisasi dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di pasar atau dalam teknologi, serta mengadopsi strategi baru yang diperlukan untuk tetap kompetitif.
UNSUR-UNSUR STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA
Struktur organisasi dan pembagian kerja terdiri dari beberapa unsur penting yang membentuk dasar bagi pengaturan aktivitas dan hubungan dalam organisasi. Unsur-unsur ini meliputi:
- Pembagian Tugas: Ini adalah dasar dari pembagian kerja di mana pekerjaan besar dipecah menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan spesifik. Setiap individu atau tim dalam organisasi diberi tugas tertentu yang sesuai dengan keahlian dan tanggung jawab mereka.
- Pengelompokan Tugas (Departementalisasi): Setelah tugas-tugas dibagi, mereka dikelompokkan menjadi departemen atau unit fungsional berdasarkan kesamaan dalam tujuan, proses, atau jenis pekerjaan. Pengelompokan ini memungkinkan organisasi untuk mengelola dan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas yang saling terkait secara lebih efektif.
- Hierarki Wewenang: Struktur organisasi mencakup susunan hierarkis di mana wewenang dan tanggung jawab didistribusikan di antara berbagai tingkatan manajemen. Ini menetapkan siapa yang memiliki wewenang untuk membuat keputusan tertentu dan siapa yang harus melapor kepada siapa.
- Rentang Kendali: Ini mengacu pada jumlah karyawan yang berada di bawah pengawasan langsung dari seorang manajer. Rentang kendali yang lebih luas berarti seorang manajer mengawasi banyak karyawan, sementara rentang kendali yang lebih sempit berarti seorang manajer mengawasi sedikit karyawan.
- Kekuasaan dan Pengambilan Keputusan: Struktur organisasi juga mencakup pengaturan tentang bagaimana keputusan diambil dan siapa yang memiliki wewenang untuk mengambil keputusan. Ini termasuk sentralisasi (di mana keputusan diambil di tingkat atas) dan desentralisasi (di mana keputusan diambil di tingkat yang lebih rendah).
- Jalur Komunikasi: Unsur ini mengacu pada saluran-saluran komunikasi formal yang ada dalam organisasi, yang memungkinkan aliran informasi dari satu bagian ke bagian lain. Jalur komunikasi ini penting untuk koordinasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
JENIS-JENIS STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA
Ada berbagai jenis struktur organisasi dan pembagian kerja yang dapat diadopsi oleh organisasi tergantung pada kebutuhan dan tujuan mereka. Berikut adalah beberapa jenis struktur organisasi yang umum:
- Struktur Fungsional: Dalam struktur ini, organisasi dibagi berdasarkan fungsi-fungsi utama seperti produksi, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Setiap fungsi memiliki departemen tersendiri yang bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang terkait.
- Struktur Divisional: Struktur ini membagi organisasi menjadi beberapa divisi yang beroperasi sebagai unit bisnis independen. Setiap divisi bertanggung jawab atas produk atau pasar tertentu dan memiliki departemen fungsional sendiri.
- Struktur Matriks: Struktur matriks menggabungkan dua jenis struktur, biasanya fungsional dan divisional, sehingga karyawan memiliki lebih dari satu jalur pelaporan. Ini memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dan koordinasi yang lebih baik dalam proyek-proyek tertentu.
- Struktur Tim: Dalam struktur ini, organisasi membentuk tim-tim yang terdiri dari anggota dari berbagai departemen untuk bekerja sama dalam proyek-proyek tertentu. Struktur ini memungkinkan kolaborasi lintas fungsional dan respons yang cepat terhadap tantangan.
- Struktur Jaringan: Struktur jaringan terdiri dari pusat kecil yang mengoordinasikan aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh unit-unit independen atau mitra eksternal. Struktur ini sangat fleksibel dan memungkinkan organisasi untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan.
- Struktur Virtual: Struktur ini merupakan bentuk organisasi yang terdiri dari individu atau unit yang terhubung secara digital melalui teknologi informasi. Struktur virtual memungkinkan fleksibilitas dan mobilitas yang tinggi.
PERAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA DALAM BISNIS
Struktur organisasi dan pembagian kerja memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan bisnis. Beberapa peran utama yang dimainkan oleh struktur organisasi dan pembagian kerja meliputi:
- Meningkatkan Efisiensi Operasional: Struktur yang baik memungkinkan organisasi untuk menjalankan operasi sehari-hari dengan lebih efisien. Dengan pembagian tugas yang jelas, karyawan dapat fokus pada pekerjaan mereka dan menghindari duplikasi usaha.
- Mendorong Spesialisasi dan Inovasi: Struktur yang memungkinkan pembagian kerja yang tepat mendorong spesialisasi, yang pada gilirannya mendorong inovasi. Karyawan yang fokus pada bidang tertentu dapat mengembangkan keahlian yang mendalam dan menciptakan solusi inovatif.
- Meningkatkan Komunikasi dan Koordinasi: Struktur organisasi yang jelas memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antar bagian dalam organisasi. Ini memastikan bahwa informasi penting disampaikan dengan cepat dan bahwa semua bagian bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.
- Mempercepat Pengambilan Keputusan: Struktur yang baik memungkinkan keputusan diambil dengan cepat dan tepat oleh orang-orang yang berwenang. Ini penting untuk respons yang cepat terhadap perubahan dalam pasar atau tantangan yang muncul.
- Memastikan Keselarasan dengan Strategi Bisnis: Struktur organisasi yang dirancang dengan baik memastikan bahwa semua aktivitas dalam organisasi selaras dengan strategi bisnis keseluruhan. Ini membantu organisasi untuk tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka.
Contoh-contoh Struktur Organisasi dan Pembagian Kerja dalam Bisnis
Untuk memahami bagaimana struktur organisasi dan pembagian kerja diterapkan dalam bisnis nyata, berikut beberapa contoh yang relevan:
- Struktur Fungsional dalam Perusahaan Manufaktur: Sebuah perusahaan manufaktur yang besar mungkin menggunakan struktur fungsional, di mana departemen produksi bertanggung jawab atas pembuatan produk, departemen pemasaran menangani promosi dan penjualan, dan departemen keuangan mengelola anggaran dan akuntansi. Pembagian kerja yang jelas ini memungkinkan setiap departemen untuk fokus pada tugas-tugas spesifik mereka, yang meningkatkan efisiensi operasional.
- Struktur Divisional dalam Perusahaan Multinasional: Perusahaan multinasional sering menggunakan struktur divisional, di mana setiap divisi bertanggung jawab atas pasar geografis tertentu atau lini produk tertentu. Misalnya, sebuah perusahaan teknologi mungkin memiliki divisi yang bertanggung jawab atas produk konsumen dan divisi lain yang bertanggung jawab atas produk bisnis. Pembagian ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan strategi mereka dengan kebutuhan pasar yang berbeda.
- Struktur Matriks dalam Perusahaan Proyek: Dalam perusahaan yang berfokus pada proyek, seperti perusahaan konstruksi, struktur matriks mungkin digunakan. Dalam struktur ini, manajer proyek memimpin tim yang terdiri dari anggota dari berbagai departemen seperti teknik, keuangan, dan pemasaran. Ini memungkinkan koordinasi yang efektif antar departemen dalam pelaksanaan proyek.
- Struktur Tim dalam Perusahaan Teknologi: Perusahaan teknologi yang inovatif sering kali menggunakan struktur tim, di mana tim lintas fungsi dibentuk untuk mengerjakan produk atau proyek baru. Setiap tim memiliki anggota dari berbagai departemen yang bekerja sama untuk mengembangkan dan meluncurkan produk.
- Struktur Virtual dalam Perusahaan Global: Beberapa perusahaan global menggunakan struktur virtual, di mana karyawan bekerja dari lokasi yang berbeda dan terhubung melalui teknologi informasi. Ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses talenta dari seluruh dunia dan beroperasi dengan fleksibilitas tinggi.
Daftar Pustaka
- Tjiptono, Fandy. (2019). Prinsip-prinsip Manajemen: Dasar-dasar Pemahaman dan Penerapan. Yogyakarta: Andi Offset.
- Handoko, T. Hani. (2020). Manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
- Siagian, Sondang P. (2018). Filsafat Administrasi. Jakarta: Bumi Aksara.
- Umar, Husein. (2018). Strategic Management in Action: Konsep, Strategi, Implementasi, dan Evaluasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Daft, Richard L. (2021). Organization Theory and Design. Cengage Learning.
- Robbins, Stephen P., & Coulter, Mary. (2020). Management. Pearson.
- Mintzberg, Henry. (2019). Structure in Fives: Designing Effective Organizations. Prentice-Hall.
- Taylor, Frederick W. (2018). The Principles of Scientific Management. Harper & Brothers.

0 Response to "STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN KERJA"
Posting Komentar