PEMBUATAN KEPUTUSAN
PENDAHULUAN
Pembuatan keputusan telah menjadi bagian integral dari aktivitas manusia sejak awal peradaban. Dalam sejarah, manusia selalu dihadapkan pada situasi yang memerlukan pilihan, baik dalam kehidupan pribadi, politik, maupun ekonomi. Misalnya, dalam peradaban kuno, keputusan yang diambil oleh raja atau pemimpin suku sering kali menentukan nasib rakyat mereka. Pengambilan keputusan pada masa itu sebagian besar didasarkan pada pengalaman, intuisi, dan nasihat dari para penasehat yang bijaksana.
Seiring dengan berkembangnya peradaban, kebutuhan akan pengambilan keputusan yang lebih sistematis menjadi semakin nyata. Revolusi industri pada abad ke-18 dan 19 menandai perubahan besar dalam dunia manajemen. Perusahaan-perusahaan besar yang muncul pada masa itu, seperti pabrik-pabrik manufaktur, memerlukan pengambilan keputusan yang lebih terstruktur dan berbasis data. Dalam konteks ini, ilmu manajemen mulai berkembang, dan konsep-konsep seperti pembagian kerja, efisiensi, dan produktivitas menjadi fokus utama.
Pada abad ke-20, teori manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor memberikan landasan bagi pembuatan keputusan yang lebih rasional dan berbasis data. Taylor memperkenalkan konsep manajemen ilmiah yang menekankan pentingnya analisis dan eksperimen dalam proses pembuatan keputusan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Seiring waktu, berbagai teori dan model pembuatan keputusan dikembangkan oleh para ahli manajemen, yang memberikan kerangka kerja yang lebih sistematis dan terukur bagi manajer dalam membuat keputusan.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada era informasi dan globalisasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, pembuatan keputusan dalam manajemen menjadi semakin kompleks. Kemajuan teknologi, terutama dalam bidang komputer dan analitik data, memungkinkan manajer untuk mengakses informasi yang lebih kaya dan mendalam, serta menggunakan alat-alat analitik yang lebih canggih dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, sejarah pembuatan keputusan dalam manajemen adalah kisah evolusi dari praktik sederhana yang berbasis intuisi dan pengalaman menuju pendekatan yang lebih ilmiah, sistematis, dan berbasis data.
PENGERTIAN PEMBUATAN KEPUTUSAN
Pembuatan keputusan atau decision making adalah proses yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk memilih di antara berbagai alternatif tindakan yang tersedia guna mencapai tujuan yang diinginkan. Ini adalah bagian penting dari manajemen karena setiap keputusan yang diambil dapat mempengaruhi berbagai aspek dari operasi organisasi, mulai dari alokasi sumber daya hingga kebijakan strategis.
Pada dasarnya, pembuatan keputusan melibatkan identifikasi masalah atau peluang, pengumpulan informasi yang relevan, penilaian alternatif, dan pemilihan tindakan terbaik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Proses ini tidak hanya berlaku dalam konteks bisnis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, di mana individu secara terus-menerus membuat keputusan yang berdampak pada kehidupan pribadi dan profesional mereka.
Dalam konteks organisasi, pembuatan keputusan dapat mencakup berbagai tingkatan, mulai dari keputusan operasional yang bersifat rutin hingga keputusan strategis yang dapat mengubah arah organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, kemampuan untuk membuat keputusan yang efektif merupakan keterampilan kunci yang harus dimiliki oleh setiap manajer.
DEFINISI PEMBUATAN KEPUTUSAN MENURUT PARA AHLI
Berbagai ahli dalam bidang manajemen dan psikologi telah memberikan definisi tentang pembuatan keputusan yang mencerminkan kompleksitas dan pentingnya proses ini. Berikut beberapa definisi dari para ahli:
Tujuan utama dari pembuatan keputusan dalam manajemen adalah untuk memilih alternatif terbaik yang akan membantu organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut beberapa tujuan spesifik dari pembuatan keputusan:
Pembuatan keputusan yang efektif memberikan berbagai manfaat bagi organisasi. Berikut adalah beberapa manfaat utama:
Pembuatan keputusan adalah salah satu fungsi utama dalam manajemen. Fungsi ini mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
Pembuatan keputusan melibatkan beberapa unsur penting yang harus diperhatikan agar keputusan yang diambil efektif dan tepat. Unsur-unsur tersebut meliputi:
Pembuatan keputusan dalam manajemen dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan berbagai faktor, seperti tingkat kepentingan, struktur, dan tingkat keterlibatan. Berikut beberapa jenis pembuatan keputusan yang umum dalam manajemen:
Pembuatan keputusan memainkan peran yang sangat penting dalam bisnis. Tanpa keputusan yang tepat, sebuah organisasi mungkin tidak akan mampu mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Berikut beberapa peran utama pembuatan keputusan dalam bisnis:
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana pembuatan keputusan dilakukan dalam bisnis, berikut adalah beberapa contoh konkret:
Pembuatan keputusan telah menjadi bagian integral dari aktivitas manusia sejak awal peradaban. Dalam sejarah, manusia selalu dihadapkan pada situasi yang memerlukan pilihan, baik dalam kehidupan pribadi, politik, maupun ekonomi. Misalnya, dalam peradaban kuno, keputusan yang diambil oleh raja atau pemimpin suku sering kali menentukan nasib rakyat mereka. Pengambilan keputusan pada masa itu sebagian besar didasarkan pada pengalaman, intuisi, dan nasihat dari para penasehat yang bijaksana.
Seiring dengan berkembangnya peradaban, kebutuhan akan pengambilan keputusan yang lebih sistematis menjadi semakin nyata. Revolusi industri pada abad ke-18 dan 19 menandai perubahan besar dalam dunia manajemen. Perusahaan-perusahaan besar yang muncul pada masa itu, seperti pabrik-pabrik manufaktur, memerlukan pengambilan keputusan yang lebih terstruktur dan berbasis data. Dalam konteks ini, ilmu manajemen mulai berkembang, dan konsep-konsep seperti pembagian kerja, efisiensi, dan produktivitas menjadi fokus utama.
Pada abad ke-20, teori manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor memberikan landasan bagi pembuatan keputusan yang lebih rasional dan berbasis data. Taylor memperkenalkan konsep manajemen ilmiah yang menekankan pentingnya analisis dan eksperimen dalam proses pembuatan keputusan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Seiring waktu, berbagai teori dan model pembuatan keputusan dikembangkan oleh para ahli manajemen, yang memberikan kerangka kerja yang lebih sistematis dan terukur bagi manajer dalam membuat keputusan.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada era informasi dan globalisasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, pembuatan keputusan dalam manajemen menjadi semakin kompleks. Kemajuan teknologi, terutama dalam bidang komputer dan analitik data, memungkinkan manajer untuk mengakses informasi yang lebih kaya dan mendalam, serta menggunakan alat-alat analitik yang lebih canggih dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, sejarah pembuatan keputusan dalam manajemen adalah kisah evolusi dari praktik sederhana yang berbasis intuisi dan pengalaman menuju pendekatan yang lebih ilmiah, sistematis, dan berbasis data.
PENGERTIAN PEMBUATAN KEPUTUSAN
Pembuatan keputusan atau decision making adalah proses yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk memilih di antara berbagai alternatif tindakan yang tersedia guna mencapai tujuan yang diinginkan. Ini adalah bagian penting dari manajemen karena setiap keputusan yang diambil dapat mempengaruhi berbagai aspek dari operasi organisasi, mulai dari alokasi sumber daya hingga kebijakan strategis.
Pada dasarnya, pembuatan keputusan melibatkan identifikasi masalah atau peluang, pengumpulan informasi yang relevan, penilaian alternatif, dan pemilihan tindakan terbaik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Proses ini tidak hanya berlaku dalam konteks bisnis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, di mana individu secara terus-menerus membuat keputusan yang berdampak pada kehidupan pribadi dan profesional mereka.
Dalam konteks organisasi, pembuatan keputusan dapat mencakup berbagai tingkatan, mulai dari keputusan operasional yang bersifat rutin hingga keputusan strategis yang dapat mengubah arah organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, kemampuan untuk membuat keputusan yang efektif merupakan keterampilan kunci yang harus dimiliki oleh setiap manajer.
DEFINISI PEMBUATAN KEPUTUSAN MENURUT PARA AHLI
Berbagai ahli dalam bidang manajemen dan psikologi telah memberikan definisi tentang pembuatan keputusan yang mencerminkan kompleksitas dan pentingnya proses ini. Berikut beberapa definisi dari para ahli:
- Herbert A. Simon: Simon, yang dikenal dengan teori bounded rationality, mendefinisikan pembuatan keputusan sebagai proses di mana individu memilih tindakan terbaik berdasarkan informasi yang tersedia dan batasan kognitif yang mereka miliki. Menurutnya, manajer sering kali harus membuat keputusan dalam kondisi informasi yang tidak lengkap dan dengan keterbatasan kemampuan berpikir, sehingga keputusan yang diambil mungkin bukan yang paling optimal, tetapi cukup memuaskan.
- James G. March: March menekankan bahwa pembuatan keputusan adalah proses di mana tujuan, informasi, dan preferensi individu atau kelompok saling berinteraksi untuk menghasilkan pilihan tertentu. Ia juga menggarisbawahi bahwa proses pembuatan keputusan tidak selalu rasional, karena sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor emosional dan sosial.
- Peter F. Drucker: Drucker, seorang pemikir manajemen terkemuka, mendefinisikan pembuatan keputusan sebagai tindakan memilih di antara alternatif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, keputusan yang baik adalah keputusan yang mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang serta dampak terhadap semua pemangku kepentingan.
- Stephen P. Robbins: Robbins mendefinisikan pembuatan keputusan sebagai proses identifikasi dan pemilihan tindakan yang mungkin untuk menyelesaikan masalah atau memanfaatkan peluang. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap masalah dan penilaian terhadap alternatif dalam proses pengambilan keputusan.
Tujuan utama dari pembuatan keputusan dalam manajemen adalah untuk memilih alternatif terbaik yang akan membantu organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut beberapa tujuan spesifik dari pembuatan keputusan:
- Menyelesaikan Masalah: Setiap organisasi akan menghadapi masalah yang memerlukan penyelesaian. Tujuan dari pembuatan keputusan adalah untuk mengidentifikasi solusi terbaik yang dapat menyelesaikan masalah tersebut secara efektif dan efisien.
- Memanfaatkan Peluang: Selain menyelesaikan masalah, pembuatan keputusan juga bertujuan untuk memanfaatkan peluang yang muncul. Misalnya, ketika ada peluang untuk memasuki pasar baru atau meluncurkan produk baru, keputusan harus diambil untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
- Mengalokasikan Sumber Daya Secara Efektif: Pembuatan keputusan juga bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya organisasi, seperti waktu, tenaga kerja, dan dana, dialokasikan dengan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
- Mengurangi Ketidakpastian: Dalam lingkungan bisnis yang dinamis, keputusan yang baik dapat membantu mengurangi ketidakpastian dengan menyediakan arah yang jelas dan memperjelas langkah-langkah yang perlu diambil.
- Meningkatkan Efisiensi Operasional: Keputusan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional organisasi dengan memastikan bahwa proses dan prosedur berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.
Pembuatan keputusan yang efektif memberikan berbagai manfaat bagi organisasi. Berikut adalah beberapa manfaat utama:
- Meningkatkan Kinerja Organisasi: Keputusan yang tepat dapat meningkatkan kinerja organisasi dengan memastikan bahwa semua bagian organisasi bekerja selaras menuju tujuan yang sama.
- Mengurangi Risiko: Dengan membuat keputusan yang didasarkan pada analisis yang cermat dan data yang akurat, organisasi dapat mengurangi risiko yang terkait dengan ketidakpastian dan perubahan lingkungan.
- Meningkatkan Kepuasan Karyawan: Ketika keputusan dibuat secara transparan dan melibatkan partisipasi karyawan, hal ini dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan meningkatkan motivasi mereka untuk bekerja lebih keras.
- Memperkuat Posisi Kompetitif: Keputusan yang tepat dapat membantu organisasi untuk memperkuat posisinya di pasar dan menghadapi persaingan dengan lebih percaya diri.
- Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya: Keputusan yang baik memastikan bahwa sumber daya yang terbatas digunakan dengan cara yang paling efisien dan efektif, sehingga menghindari pemborosan.
Pembuatan keputusan adalah salah satu fungsi utama dalam manajemen. Fungsi ini mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
- Perencanaan: Dalam konteks perencanaan, pembuatan keputusan berfungsi untuk menetapkan tujuan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapainya. Keputusan yang diambil pada tahap perencanaan akan mempengaruhi arah dan strategi organisasi.
- Pengorganisasian: Pembuatan keputusan juga berfungsi dalam pengorganisasian, di mana manajer harus memutuskan bagaimana mengatur sumber daya dan struktur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
- Pengarahan: Pada tahap pengarahan, pembuatan keputusan diperlukan untuk memberikan instruksi yang jelas kepada karyawan dan memastikan bahwa semua bagian organisasi bergerak ke arah yang sama.
- Pengendalian: Pembuatan keputusan juga penting dalam pengendalian, di mana manajer harus memutuskan tindakan korektif yang perlu diambil ketika ada penyimpangan dari rencana yang telah ditetapkan.
Pembuatan keputusan melibatkan beberapa unsur penting yang harus diperhatikan agar keputusan yang diambil efektif dan tepat. Unsur-unsur tersebut meliputi:
- Masalah atau Peluang: Setiap proses pembuatan keputusan dimulai dengan identifikasi masalah atau peluang yang memerlukan tindakan. Tanpa identifikasi yang jelas, sulit untuk membuat keputusan yang efektif.
- Informasi: Informasi yang relevan dan akurat adalah dasar dari setiap keputusan yang baik. Manajer harus mengumpulkan dan menganalisis data sebelum membuat keputusan.
- Alternatif: Proses pembuatan keputusan melibatkan identifikasi dan evaluasi berbagai alternatif tindakan yang mungkin diambil.
- Kriteria: Kriteria yang jelas harus ditetapkan untuk mengevaluasi alternatif dan memilih yang terbaik. Kriteria ini bisa berupa biaya, manfaat, risiko, atau kesesuaian dengan tujuan organisasi.
- Pilihan: Setelah alternatif dievaluasi, pilihan terbaik harus diambil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
- Implementasi: Keputusan yang diambil harus diimplementasikan dengan efektif agar memberikan hasil yang diinginkan.
- Evaluasi: Setelah implementasi, keputusan harus dievaluasi untuk menilai apakah tujuan telah tercapai dan apa yang bisa diperbaiki di masa depan.
Pembuatan keputusan dalam manajemen dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan berbagai faktor, seperti tingkat kepentingan, struktur, dan tingkat keterlibatan. Berikut beberapa jenis pembuatan keputusan yang umum dalam manajemen:
- Keputusan Programmed (Terprogram): Keputusan ini adalah keputusan yang bersifat rutin dan diambil secara berulang-ulang. Biasanya, keputusan ini diatur oleh prosedur atau kebijakan yang telah ada, sehingga tidak memerlukan analisis mendalam.
- Keputusan Non-Programmed (Tidak Terprogram): Keputusan ini adalah keputusan yang tidak bersifat rutin dan sering kali melibatkan masalah yang kompleks dan belum pernah terjadi sebelumnya. Keputusan ini memerlukan analisis yang mendalam dan penilaian yang cermat.
- Keputusan Strategis: Keputusan ini berkaitan dengan arah jangka panjang organisasi dan sering kali melibatkan risiko yang besar. Keputusan strategis biasanya diambil oleh manajemen tingkat atas dan memiliki dampak yang signifikan terhadap organisasi.
- Keputusan Taktis: Keputusan ini lebih terfokus pada implementasi strategi dan biasanya melibatkan perencanaan jangka menengah. Keputusan taktis diambil oleh manajemen tingkat menengah dan berfungsi untuk mendukung keputusan strategis.
- Keputusan Operasional: Keputusan ini berkaitan dengan operasi sehari-hari organisasi dan bersifat jangka pendek. Keputusan operasional biasanya diambil oleh manajemen tingkat bawah dan berfungsi untuk memastikan kelancaran operasi organisasi.
- Keputusan Konsensus: Keputusan ini diambil melalui proses diskusi dan persetujuan bersama oleh semua pihak yang terlibat. Keputusan konsensus sering digunakan dalam organisasi yang menghargai partisipasi karyawan dan pengambilan keputusan yang demokratis.
- Keputusan Otoritatif: Keputusan ini diambil oleh individu atau kelompok kecil tanpa konsultasi yang luas dengan pihak lain. Keputusan otoritatif biasanya diambil dalam situasi darurat atau ketika keputusan harus diambil dengan cepat.
Pembuatan keputusan memainkan peran yang sangat penting dalam bisnis. Tanpa keputusan yang tepat, sebuah organisasi mungkin tidak akan mampu mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Berikut beberapa peran utama pembuatan keputusan dalam bisnis:
- Menentukan Arah Strategis: Keputusan yang diambil oleh manajemen puncak menentukan arah strategis organisasi. Ini termasuk keputusan tentang produk apa yang akan dikembangkan, pasar mana yang akan dimasuki, dan bagaimana sumber daya akan dialokasikan.
- Meningkatkan Efisiensi Operasional: Keputusan yang baik pada tingkat operasional dapat meningkatkan efisiensi organisasi dengan memastikan bahwa proses-proses berjalan dengan lancar dan sumber daya digunakan dengan bijaksana.
- Mengelola Risiko: Dalam lingkungan bisnis yang penuh dengan ketidakpastian, keputusan yang tepat dapat membantu organisasi mengelola risiko dengan lebih efektif. Ini termasuk keputusan tentang bagaimana merespons perubahan pasar atau bagaimana mengatasi ancaman dari pesaing.
- Meningkatkan Kepuasan Pelanggan: Keputusan yang diambil dalam kaitannya dengan produk, layanan, atau interaksi pelanggan dapat berdampak langsung pada kepuasan pelanggan dan loyalitas mereka terhadap organisasi.
- Memfasilitasi Inovasi: Keputusan yang mendukung pengembangan produk baru atau adopsi teknologi baru dapat mendorong inovasi dalam organisasi dan membantu menjaga daya saing di pasar.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana pembuatan keputusan dilakukan dalam bisnis, berikut adalah beberapa contoh konkret:
- Keputusan untuk Meluncurkan Produk Baru: Sebuah perusahaan teknologi memutuskan untuk meluncurkan produk baru setelah melakukan analisis pasar yang mendalam. Keputusan ini melibatkan evaluasi permintaan pasar, potensi keuntungan, serta risiko yang terkait dengan pengembangan dan pemasaran produk.
- Keputusan untuk Memotong Biaya: Dalam menghadapi penurunan pendapatan, sebuah perusahaan ritel memutuskan untuk memotong biaya dengan menutup beberapa cabang yang tidak menguntungkan. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dampak terhadap karyawan, pelanggan, dan keseluruhan profitabilitas perusahaan.
- Keputusan untuk Mengakuisisi Perusahaan Lain: Sebuah perusahaan farmasi memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan bioteknologi kecil yang memiliki teknologi baru yang menjanjikan. Keputusan ini didasarkan pada penilaian terhadap potensi sinergi, nilai teknologi, dan dampaknya terhadap posisi pasar perusahaan.
- Keputusan untuk Mengubah Strategi Pemasaran: Sebuah perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) memutuskan untuk mengubah strategi pemasaran dari pemasaran tradisional ke pemasaran digital. Keputusan ini diambil setelah melihat perubahan dalam perilaku konsumen dan pertumbuhan media digital.
- Siagian, Sondang P. - Teori Pengambilan Keputusan
- Swastha, Basu dan Irawan, - Pengantar Bisnis Modern
- Sutrisno, Edy. - Manajemen Sumber Daya Manusia
- Suryadi, Kadarsyah - Sistem Pendukung Keputusan: Teori dan Aplikasinya
- Herbert A. Simon - Administrative Behavior
- James G. March dan Herbert A. Simon - Organizations
- Peter F. Drucker - The Practice of Management
- Stephen P. Robbins - Essentials of Organizational Behavior
- David A. Garvin - Learning in Action: A Guide to Putting the Learning Organization to Work

0 Response to "PEMBUATAN KEPUTUSAN"
Posting Komentar