MANAJER DALAM MANAJEMEN
PENDAHULUAN
Sebelum membahas lebih jauh tentang pengertian manajer dan manajemen, tidak salahnya bila kita mencoba melihat atau membahas gambaran umum tentang manajemen. Sebenarnya manajemen memiliki arti yang sangat luas tergantung dimana kita meletakkan kalimat manajemen tersebut, bisa berhubungan dengan akuntansi, perusahaan, organisasi, pribadi dan lain sebagainya.
Bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari sebenarnya kita telah menerapkan fungsi-fungsi dan bentuk manajemen. Sebagai contohnya kegiatan kita sehari-hari dari mulai pagi, siang, sore, malam, hingga pagi lagi. Mulai dari kita bangun tidur, apa yang pertama kita pikirkan ? setiap orang berbeda-beda apa yang mereka pikirkan setelah bangun tidur, misalnya kita bersyukur, menanyakan jam berapa ini, setelah itu kita merencanakan kegiatan yang akan kita lakukan dalam sehari tersebut. Maka akan terjadilah sebuah schedule atau tata urutan kegiatan dari pagi hingga pagi lagi walaupun hanya didalam pikiran saja. Secara tidak langsung hal inilah yang disebut kita sedang memanajemen diri kita sendiri untuk melaksanakan schedule tersebut.
Walaupun dalam prakteknya kita bisa melaksanakan secara urut atau acak schedule tersebut, akan tetapi pasti akan dilakukan. Secara tidak langsung juga kita telah menjadi manajer untuk diri kita sendiri dan juga kita sebagai bawahan untuk diri kita. Jadi secara tidak langsung kita seperti sebuah perusahaan ada bawahan dan ada atasan, walaupun semuanya dilakukan oleh diri kita sendiri. Sehingga bisa disimpulkan bahwa manajemen berhubungan dengan organisasi atau adanya sekumpulan orang lebih dari satu.
PENGERTIAN MANAJEMEN
Sebagaimana sudah kita bahas pada bab sebelumnya bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin.Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam mencapain tujuan perusahaan haris memperhatikan secara optimal terhadap kepentingan-kepentingan yang menyangkut kepentingan konsumen, penanam modal, karyawan, pemerintah, masyarakat , supplier.
Manajemen juga merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pimpinan karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen. Kegiatan peranan yang harus dilakukan seorang manajer akan selalu dan harus ada disetiap jenjang manajemen dalam struktur organisasi,baik di posisi manajer puncak, menengah dan lini. Perbedaan nya hanyalah terletak pada wewenang dalam mengambil keputusan di mana semakin ke atas seseorang dalam kedudukan nya pada posisi organisasi maka semakin besar kewenangannya dalam mengambil keputusan.
PENGERTIAN MANAJER
Rasanya kita telah sering mendengar kata manajemen, dan kita pun tidak asing lagi dengan kata "manajer". Manajer pada dasarnya adalah subjek dari kegiatan manajemen. Artinya, manajer adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen. Lebih lengkap lagi manajer adalah individu yang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan bersama para anggota dari organisasi. Dalam setiap organisasi, para manajer ini bertugas untuk memastikan bahwa keseluruhan tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dapat diwujudkan melalui rangkaian kegiatan manajemen, baik yang bersifat fungsional maupun bersifat operasional, sebagaimana telah diterangkan pada bab sebelumnya.
Sebagaimana diketahui jika Manajemen dan Manajer adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan didalam organisasi. Karena keduanya mempunyai peranan yang penting dalam sebuah organisasi. Manajemen dan Manajer mempunyai hubungan yang erat dalam peranan menjalankan organisasi pada berbagai tingkat. Hubungan itu menjelaskan tentang substansi tugas yang ada padanya. Pada satu sisi, manajer ada pada posisi tugas pelaksana kepemimpinan dengan membantu pemimpin memimpin pekerjaan yang bersifat departemenal. Di sini manajer adalah kepala atau pemimpin suatu departemen atau unit kerja dalam suatu organisasi. Pada sisi yang bersifat lebih substansial, manajemen adalah tugas seorang manajer yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan pada aras manajerial. Tentu tatkala melaksanakan tugasnya, manajer memanejemeni, tetapi perbedaannya, ialah bahwa ia memanejemeni tugasnya atas nama pemimpin yang mendelegasikan tugas manajerial kepadanya.
Manajemen juga memiliki aspek pendukung yang saling berkaitan, aspek tersebut adalah Administrasi dan Kepemimpinan. Kenapa manajemen membutuhkan dua aspek tersebut ? sebab manajemen membutuhkan kepemimpinan untuk melaksanakan tahap-tahap manajemen dan manajemen juga membutuhkan Administrasi guna memenuhi kebutuhan dalam melaksanakan tahap-tahap manajemen. Sebenarnya apa arti dari Administrasi dan Kepemimpinan ? Administrasi adalah proses penyelenggaraan kerja yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan Kepemimpinan adalah bagian penting manajemen, tetapi tidak sama dengan manajemen. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan dan sasaran.
KUALIFIKASI MANAJER
Untuk memimpin, seorang manajer memerlukan kualifikasi sebagai berikut :
- Kecerdasan
- Kemampuan memimpin
- Kemampuan berkomunikasi
- Berfikir Logis
- Mengenal kultur setempat
- Ketahanan moral
- Bersikap adil
- Inisiatif
Pimpinan harus mengupayakan terjalinnya komunikasi yang lancar dalam organisasi. Ada 3 jenis komunikasi yang perlu dibina oleh pimpinan yaitu :
1. Komunikasi ke bawah (Down Ward Communication)
2. Komunikasi ke atas (Up Ward Communication)
3. Komunikasi Horizontal (Horizontal Communication)
KEAHLIAN-KEAHLIAN MANAJER
Tugas manajer atau istilah apa pun sebagai padanannya adalah untuk memastikan mewujudkan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien melalui serangkaian kegiatan manajemen secara fungsional maupun operasional. seorang manajer akan selalu dan harus ada disetiap jenjang manajemen dalam struktur organisasi,baik di posisi manajer puncak,madya,lini. Perbedaan nya hanyalah terletak pada wewenang dalam mengambil keputusan di mana semakin ke atas seseorang dalam kedudukannya pada posisi organisasi maka semakin besar kewenangannya dalam mengambil keputusan.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa manajer memiliki beraneka ragam pekerjaan dan aktivitas yang kompleks. Dengan demikian, untuk dapat mengimplementasikan kegiatan manajemen, maka seorang manejer dituntut untuk memiliki beberapa keahlian manajemen (managerial skills). Keahlian-keahlian tersebut meliputi sebagai berikut:
- Keahlian teknis (technical skills), yaitu keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan spesifik tertentu, sebagai contoh mengoperasikan komputer, dan lain sebagainya.
- Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat (human relation skills), yaitu keahlian dalam memahami dan melakukan interaksi dengan berbagai kalangan di masyarakat. Di antara dalam bernegosiasi, memotivasi, meyakinkan orang, dan lain sebagainya.
- Keahlian konseptual (conceptual skills), yaitu keahlian dalam berpikir secara abstrak, sistematis, termasuk di dalamnya mendiagnosa dan menganalisis berbagai masalah dalam situasi yang berbeda-beda, bahkan keahlian untuk memprediksi di masa yang akan datang.
- Keahlian dalam pengambilan keputusan (decision making skills), yaitu keahlian untuk mengidentifikasi masalah sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi, serta mampu membuat sebuah keputusan yang terbaik.
- Keahlian dalam mengelola waktu (time management skills), yaitu keahlian dalam memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.
- Keahlian dalam berhubungan dengan orang lain (Human Skills), yaitu keahlian untuk bekerja dengan anggota, memahami, dan memotivasi orang lain, baik sebagai indvidu maupun kelompok. Manajer membutuhkan keterampilan ini untuk mendapatkan kecintaan dan partisipasi dari seluruh anggota organisasi.
- Keahlian dalam bidang administratif (Administrative Skills), yaitu keahlian yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Kemampuan ini harus dimiliki seorang manajer agar mampu mengikuti kebijaksanaan dan prosedur, mengelola dengan anggaran yang terbatas. Keterampilan ini merupakan perluasan dari keterampilan konseptual, dimana manajer melaksanakan keputusan melalui penggunaan keterampilan administratifnya.
Keseluruhan keahlian manajemen tersebut tentunya perlu untuk dimiliki oleh setiap manager sekiranya ingin mewujudkan tujuan organisasi/bisnisnya. Terlebih jika dikaitkan dengan persaingan bisnis yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, keahlian tunggal saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan. Diperlukan juga sikap profesional, adapun ciri-ciri seorang manajer professional, diantaranya adalah :
- Seorang Manager profesional mendelegasikan pekerjaan dengan tepat agar tujuan-tujuan Organisasi/perusahaan dapat tercapai secara efektif dan seefisien mungkin. Dia akan mengambil tanggung jawab.
- Seorang manager yang profesional menghargai hasil pekerjaan yang baik anak buahnya, seorang manager akan mengoreksi anak buahnya dengan cara yang profesional ketika mereka tidak menampilkan kerja yang kurang baik atau kurang disiplin.
- Seorang Manager yang profesional percaya bahwa Anak buahnya mampu memberi andil untuk kesuksesan perusahaannya. Ini berarti bahwa dia sejauh mungkin akan mengajak anak buahnya untuk memberikan masukan-masukan, ide-ide, dan saran-saran untuk pemecahan masalah yang dihadapi di tempat kerja. Dia juga berkeinginan untuk mendengar, memahami dan menindak lanjuti kritikan dan tuntutan-tuntutan dari anak buahnya.
TINGKATAN MANAJEMEN
Pada praktiknya, sangat jarang seseorang dapat menguasai secara sekaligus berbagai keahlian manajemen tersebut. Pada praktiknya berbagai keahlian tersebut diperlukan dalam kegiatan bisnis berdasarkar peran dan tugas masing-masing orang dalam sebuah organisasi bisnis. Umumnya manajemen mempunyai tanggung jawab dan tugas yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengendalian. Tetapi jika dilihat dari sisi level atau tingkatan manajemen bisa dibagi kedalam tingkatan-tingkatan manajemen atau hierarki manajemen sesuai fungsi dan tugasnya, yaitu:
1. Manajemen Tingkat Puncak atau Top Management, yang biasanya terdiri dari direktur, utama, presiden direktur, atau wakil direktur. Ciri ciri dan Peran yang paling utama dari manajemen puncak adalah sebagai berikut:
- Menentukan rencana, tujuan, serta kebijakan perusahaan atau organisasi
- Bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen dibawahnya yang ada pada organisasi
- Memobilisasi sumber daya yang dimiliki perusahaan yang tersedia
- Manajemen puncak umumnya bekerja dari pemikiran, perencanaan lalu memutuskan, maka dari itu manajemen puncak juga sering disebut Otak organisasi atau Administrator
- Mempersiapkan rencana jangka panjang perusahaan
- Manajemen puncak mempunyai wewenang serta tanggung jawab yang maksimal. Manajemen puncak merupakan otoritas tertinggi pada sebuah organisasi, bertanggungjawab secara langsung kepada pemilik perusahaan (Pemegang Saham), Pemerintah maupun ke Masyarakat umum.
Untuk manajemen tingkat ini, keahlian yang terutama diperlukan adalah keahlian dalam hal konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen global, dan manajemen waktu.
2. Manajemen Tingkat Menengah atau Middle Management, yang biasanya terdiri dari para manajer, kepala divisi atau departemen, atau kepala cabang. Tugas dan peran manajemen tingkat menengah beberapa diantaranya seperti berikut ini:
- Menjalankan perintah, kebijakan, rencana yang telah disusun oleh manajemen puncak
- Memberi saran atau rekomendasi kepada manajemen puncak
- Mengkoordinasikan seluruh aktivitas dari semua departemen yang ada
- Berkomunikasi dengan manajemen puncak dan manajemen tingkat yang lebih rendah posisinya
- Mempersiapkan rencana jangka pendek, umumnya disusun hanya untuk 1 hingga 5 tahun
- Mempunyai keterbatasan tanggung jawab dan wewenang karena manajemen tingkat menengah ini merupakan perantara manajemen puncak dengan manajemen yang lebih rendah.
- Bertanggung jawab secara langsung kepada Dewan Direksi dan CEO perusahaan
3. Manajemen Supervisi atau Tingkat Pertama atau Supervisory or First-Lme Management, yang biasanya terdiri dari para supervisi, ketua kelompok, dan lain sebagainya. Manajemen tingkat yang paling bawah ini melaksanakan beberapa aktivitas seperti berikut ini:
- Mengarahkan karyawan atau pekerja
- Mengembangkan moral kepada para karyawan
- Menjaga hubungan yang baik antara manajemen tingkat menengah dan para pekerja
- Menginformasikan keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para karyawan atau pekerja, selain itu manajemen tingkat pertama ini memberi informasi mengenai kinerja, hambatan atau kesulitan, perasaan, tuntutan ataupun hal lainnya dari para karyawan atau pekerja
- Manajemen tingkat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengendalikan dan mengarahkan pekerja
- Menyusun rencana harian, mingguan serta bulanan. tidak menyusun rencana jangka panjang
- Mempunyai kewenangan yang terbatasi namun tanggung jawab yang penting untuk mendapatkan pekerjaan yang dijalankan dari pekerja.
- Manajemen lini pertama ini dengan teratur harus memberi laporan dan bertanggung jawab secara langsung kepada manajemen level menengah
Di antara keahlian yang terutama perlu dimiliki adalah keahlian komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu, dan teknikal.
Pada praktiknya, beberapa keahlian manajemen yang sangat beragam berdasarkan tingkatan-tingkatan manajemennya sangat bersifat relatif, dan tergantung kepada budaya organisasi bisnis yang dijalankan. Jika budaya perusahaan yang dikembangkan cenderung terbuka dan demokratis, maka bisa jadi hampir seluruh personel di perusahaan dituntut untuk menguasai keahlian-keahlian manajemen sebagaimana diterangkan di atas. Bahkan sulit untuk dibedakan keahlian mana yang harus dimiliki oleh setiap tingkatan manajemen. Perbedaan pada tingkat manajemen hanya bisa dilihat pada saat masing-masing personel mengimplementasikan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Namun, sekiranya budaya perusahaan yang dikembangkan cenderung tertutup dan bersifat top-down policy, maka bisa jadi jenis-jenis keahlian tersebut akan dapat dibedakan berdasarkan tingkatan-tingkatan manajemennya.
PERAN MANAJER
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1. Interpersonal roles (Peranan antarpribadi /hubungan manusiawi), yang mencakup :
- The figurehead role (Peranan figure bapak), yaitu peranan manajer sebagai symbol pimpinan perusahaan.
- The leader role (peranan pimpinan), yaitu manajer diharapkan menjadi pemimpin bagi bawahannya, mulai dari melakukan rekrutmen, memberikan pelatihan, dan memotivasi karyawan untuk mau berusaha mencapai tujuan perusahaan.
- The liaison role (peranan penghubung). Manajer menjadi penghubung baik dengan pihak di dalam organisasi maupun dengan pihak di luar organisasi.
- The recipient role (monitor). Manajer harus selalu aktif mencari informasi yang dapat bermanfaat bagi organisasi.
- The disseminator role (penyebar informasi). Manajer harus mendistribusikan informasi yang diperolehnya kepada pihak lain, baik di dalam organisasi maupun diluar organisasi.
- The spokesperson role (peranan jurubicara). Manajer sebagai wakil organisasi untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain, baik di dalam organisasi maupun diluar organisasi.
- The entrepreneurial role (kewirausahaan). Manajer mengambil keputusan-keputusan penting tentang ide-ide baru yang dapat memajukan organisasinya.
- The disturbance-handler role (penyelesai gangguan). Manajer diharapkan dapat menyelesaikan gangguan-gangguan terhadap organisasi, misalnya pemogokan kerja karyawan, kelangkaan bahan baku, dan sebagainya.
- The resource-allocator role (peranan pembagi sumber daya). Manajer harus dapat mengalokasikan sumber daya organisasi yang terbatas agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien.
- The negotiator role (peranan perunding). Manajer melakukan negosiasi dengan pihak-pihak tertentu yang berhubungan dengan organisasi, misalnya negosiasi dengan serikat pekerja.
Salah satu keunikan dari ilmu manajemen adalah bahwa mereka yang menguasai pengetahuan manajemen belum tentu memiliki pengalaman atau mampu untuk menjalankan kegiatan manajemen dalam praktik. Sebaliknya pula, mereka yang telah berpengalaman dalam kegiatan manajemen secara praktik, belum tentu mengerti akan kerangka teoritis atau pengetahuan mengenai kegiatan manajemen yang telah dijalankannya. Yang terbaik tentu saja jika kedua-duanya dapat dipadukan, seseorang yang banyak mengetahui dan menguasai pengetahuan mengenai manajemen sebaiknya mengimbangi pengetahuannya secara teoritis dengan pengalaman melalui praktik di dunia nyata, misalnya dalam dunia organisasi. Seorang mahasiswa jurusan manajemen, misalnya, sebaiknya juga mengikuti berbagai kegiatan organisasi agar pengetahuan manajemen yang dipelajarinya akan semakin dimengerti secara praktik.
Pengetahuan akan manajemen akan semakin di pahami sekiranya kita dipadukan dengan kegiatan praktik. Banyak pengusaha-pengusaha yang telah berhasil dalam kegiatan bisnisnya, padahal tidak pernah mengecap pendidikan di jurusan manajemen. Sebaliknya banyak pula lulusan sekolah manajemen tidak dapat berbuat apa-apa ketika pertama kali bekerja dikarenakan miskin pengalaman secara praktik. Tidak heran mengapa sekarang sekolah-sekolah manajemen mulai mengubah paradigma pembelajarannya dengan memadukan antara teori dan praktik. Salah satu caranya adalah dengan mengundang para praktisi atau memberikan kesempatan para mahasiswanya untuk melalui proses magang di perusahaan-perusahaan agar dapat belajar secara aplikatif. Bentuk lain juga dapat dilakukan seperti melakukan metode yang dinamis dalam pembelajaran manajemen di kelas. Role playing, dinamika kelompok, studi kasus, adalah di antara beberapa metode yang cukup efektif mendekatkan para mahasiswa dari teori kepada pemahaman praktik.
KEGIATAN-KEGIATAN MANAJER
Biasanya kita melihat bahwa manajer mempergunakan waktu mereka untuk menghadiri rapat, membaca memo, bicara di telepon, dan menemui tamu. Oleh sebab itu, dilakukan pendekatan kegiatan (activities approach) untuk memahami fungsi manajemen dengan aktivitas yang sebenatnya mereka lakukan dalam organisasi. Berikut adalah tugas-tugas penting yang dilakukan para manajer, yaitu:
1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
Istilah “orang” disini merupakan para bawahan maupun atasan dalam suatu organisasi, dan juga individu-individu di luar organisasi. Misalnya, pelanggan, supplier, pemerintah, dan lain sebagainya.
2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.
Setiap manajer akan menghadapi sejumlah tujuan, masalah, kebutuhan organisasional yang saling bersaing untuk memperebutkan sumber daya yang sifatnya terbatas. Oleh karena itu, manajer harus menjaga keseimbangan diantara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasional.
3. Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.
Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan tertentu untuk mencapai “sukses”. Mereka juga dievaluasi atas apa yang mereka kerjakan. Sehingga manajer harus bertanggung jawab secara total atas apa yang dilakukan oleh bawahnnya dan mempertanggungjawabkan tugas dan jabatannya. Sukses atau kegagalan bawahan adalah cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.
4. Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual.
Manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen masalah, menganalisis komponen- komponen tersebut, melihat pengaruh setiap komponen, dan mampu mencari penyelesaian yang layak dan optimal (feasible) serta akurat. Yang lebih penting lagi adalah seorang manajer harus memiliki pandangan secara konseptual, yaitu pandangan yang menyeluruh terhadap semua aktivitas yang terjadi di dalam organisasi.
5. Manajer adalah seorang mediator.
Suatu organisasi terdiri dari banyak orang yang berbeda pandangan dan bertentangan pendapat. Bila hal itu terjadi maka akan menurunkan semangat kerja dan produktivitas, sehingga suasana kerja menjadi tidak stabil dan luwes. Seorang manajer harus mampu sebagai mediator yang memberikan jalan tengah dan solusi jika terjadi pertentangan dalam organisasi.
6. Manajer adalah seorang politisi.
Seperti yang dilakukan seorang politisi, maka seorang manajer harus mampu mengkampanyekan program-program yang dibuat agar mendapatkan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang diinginkan. Setiap manajer yang efektif mampu “memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerjasama dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal organisasi.
7. Manajer adalah seorang diplomat.
Manajer harus berperan sebagai wakil yang “representatif” bagi organisasi yang dipimpinnya pada setiap pertemuan-pertemuan organiasasional untuk mempererat hubungan kerja dan menindaklanjuti setiap program yang ingin dilaksanakan.
8. Manajer harus mampu mengambil keputusan-keputusan yang sulit.
Seorang manajer harus mampu mengambil resiko terhadap setiap keputusan yang dibuat. Setiap organisasi akan selalu mengalami kesulitan untuk keberlangsungan organisasi, apakah itu kesulitan finansial, sumber daya, maupaun budaya organisasi itu sendiri.
GAYA KEPEMIMPINAN MANAJER
Terdapat tiga gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan, yaitu:
- Autocratic Leadership, Pimpinan dalam hal ini mengambil alih semua pembuatan keputusan
- Democratic Leadership, Pimpinan dalam hal ini memberikan bawah untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan
- Free-rein Leadership, Pimpinan dalam hal ini memberikan kesempatan pada bawahan untuk dalam pembuatan keputusan dengan pengarahan minimum.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL MANAJER
Manajer adalah seseorang yang bekerja dengan atau melalui orang lain melalui kegiatan mengkoordinasi berbagai aktifitas pekerjaan dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Tugas utama manajer adalah menkoordinasi. Walalupun nampak sederhana, namun dalam implementasinya kegiatan mengkoordinasi memerlukan kemampuan yang cukup kompleks. Seorang manajer tidak akan dapat mengkoordinasikan suatu proses pekerjaan dengan baik, jika manajer tersebut tidak dianut oleh bagian-bagian atau unit-unit yang akan dikoordinasikan, maka pasti proses koordinasi tidak akan terjadi.
Tanggung jawab sosial berarti bahwa manajemen mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam pembuatan keputusannya. Tanggung jawab sosial perusahaan ini merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan oleh para manajer organisasi perusahaan, karena aspek ini merupakan syarat utama bagi berhasilnya perusahaan, terutama untuk jangka panjang. Dengan demikian manajer sekarang dituntut untuk mengimplementasikan etika berusaha (the ethics of managers), terutama dalam hubungannya dengan langganan, karyawan, penemu teknologi, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan-perusahaan lain, para penyedia, kreditur, pemegang saham, pemerintah dan masyarakat pada umumnya.
Etika berkenaan dengan pendapat tentang benar dan salah, lebih khusus, dengan kewajiban moral seseorang pada masyarakat. Etika ini merupakan sistem ungkapan-ungkapan yang menyangkut perilaku, perbuatan dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dalam hidupnya. Penentuan etika benar dan salah adalah sulit, karena dalam kenyataannya standar-standar moral berubah setiap waktu. Kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat yang sama mungkin mempunyai gagasan-gagasan tentang benar dan salah yang saling bertentangan. Bagaimanapun juga, etika para manajer akan sangat mempengaruhi keputusan-keputusan dan kegiatan-kegiatan organisasi. Tentunya etika manajer harus mendasarkan diri pada nilai-nilai atau standar moral yang dianggap baik dan luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat. Ada lima faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan pada masalah etika, yaitu :
- Hukum,
- Peraturan-peraturan pemerintah,
- Kode etik industri dan perusahaan,
- Tekanan-tekanan sosial,
- Tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi.
Faktor-faktor ini mempengaruhi etika manajer dengan tingkatan dan pada bidang-bidang fungsi yang berbeda-beda. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa dalam dekade sekarang ini, para manajer semakin dituntut untuk mengikuti atau mentaati hukum dan standar-standar etika masyarakat. Pada waktu yang sama, perhatian manajer harus dipusatkan pada pemberian tanggapan-tanggapan organisasi terhadap masalah-masalah sosial. Hal ini mempunyai dua konsekuensi utama. Pertama, banyak organisasi sekarang mengesampingkan tujuan utamanya maksimalisasi keuntungan, dan mengalihkan ke pemenuhan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dengan perolehan keuntungan yang secukupnya. Kedua, pencapaian hasil-hasil yang lebih baik dalam pelaksanaan fungsi tanggung jawab sosial perusahaan sekarang menjadi semacam peralatan untuk membantu sukses orgdnisasi. Bagaimana para manajer memelihara penanganan masalah-masalah sosial akan mencerminkan etika pribadinya, kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi, dan nilai-nilai sosial perusahaan pada periode waktu tertentu.
Daftar Pustaka
- Miftah Thoha, Perilaku Organisasi, 1996
- Mamduh M. Hanafi, Drs, MBA., Manajemen, Cetakan Pertama, UPP AMP YKPN,1997.
- Schermerhorn., Management, Seventh edition, John Wiley & Sons, Inc., 2002.
- Stoner, James A.F. & Freeman, Edward R., Management, Fifth edition, Prentice-Hall International edition, 1992
- Weihrich, Heinz & Koontz, Harold, Management : A Global Perspective, Tenth edition, McGRAW HILL International edition, 1994
- Bartol, Kathryn M. & Martin, David C., Management, McGraw Hill Series in Management, 1991
- Massie, Joseph., Essential of Management, Fourth edition, Prentice Hall,1987
- Robbins, Stephen P. 2003. Manajemen. Edisi Indonesia. PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.
- Silalahi, Ulbert. 1996. Pemahaman Praktis : Asas-asas Manajemen. CV.Mandar Maju, Bandung.
- Sule, Ernie Trisnawati, Kurniawan Saefulloh. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada Media Group.

0 Response to "MANAJER DALAM MANAJEMEN"
Posting Komentar