KNOWLEDGE MANAGEMENT
Pengertian Knowledge Management
Knowledge Management (Manajemen Pengetahuan) adalah suatu proses sistematis untuk mengidentifikasi, menciptakan, menyimpan, berbagi, dan menerapkan pengetahuan di dalam organisasi guna mencapai tujuan tertentu. Knowledge Management bertujuan untuk meningkatkan efektivitas organisasi dengan memanfaatkan pengetahuan yang sudah ada dan menciptakan pengetahuan baru.
Definisi Menurut Para Ahli
- Nonaka dan Takeuchi (1995): Menurut mereka, Knowledge Management adalah proses dinamis di mana pengetahuan implisit (tacit knowledge) dan pengetahuan eksplisit (explicit knowledge) terus-menerus dikonversi satu sama lain untuk menciptakan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam organisasi.
- Davenport dan Prusak (1998): Mereka mendefinisikan Knowledge Management sebagai suatu proses yang membantu organisasi menemukan, memilih, mengatur, menyebarkan, dan mentransfer informasi penting serta keahlian yang diperlukan untuk aktivitas bisnis.
- Wiig (1993): Wiig mendefinisikan Knowledge Management sebagai pengelolaan semua proses yang berkaitan dengan penciptaan, penyebaran, dan pemanfaatan pengetahuan dalam organisasi untuk mencapai tujuan bisnis.
Tujuan Knowledge Management
Tujuan utama dari Knowledge Management adalah untuk memastikan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk:
- Meningkatkan kinerja dan produktivitas.
- Meningkatkan inovasi dan penciptaan nilai baru.
- Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
- Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi duplikasi usaha.
- Memastikan kontinuitas pengetahuan saat terjadi pergantian staf.
Fungsi Knowledge Management
Fungsi utama Knowledge Management meliputi:
- Pengidentifikasian Pengetahuan: Mengidentifikasi pengetahuan yang relevan dan berharga bagi organisasi.
- Penciptaan Pengetahuan: Membantu organisasi dalam menciptakan pengetahuan baru melalui proses inovasi dan pembelajaran.
- Penyimpanan Pengetahuan: Menyimpan pengetahuan dengan cara yang terstruktur agar mudah diakses.
- Distribusi Pengetahuan: Menyebarluaskan pengetahuan yang relevan ke seluruh bagian organisasi yang membutuhkannya.
- Penerapan Pengetahuan: Memanfaatkan pengetahuan dalam kegiatan sehari-hari untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Jenis-Jenis Knowledge Management
- Tacit Knowledge (Pengetahuan Tersirat): Pengetahuan yang bersifat subjektif dan sulit untuk diungkapkan atau didokumentasikan, misalnya intuisi atau pengalaman pribadi. Contoh: keahlian seorang teknisi dalam menangani mesin tertentu yang tidak didapatkan dari buku manual.
- Explicit Knowledge (Pengetahuan Eksplisit): Pengetahuan yang bersifat formal dan dapat didokumentasikan, seperti prosedur, panduan, dan dokumen tertulis. Contoh: Buku panduan operasi mesin.
- Embedded Knowledge (Pengetahuan Tertanam): Pengetahuan yang tertanam dalam proses, produk, dan budaya organisasi. Contoh: Best practices dalam suatu industri yang sudah menjadi bagian dari proses produksi.
Unsur-Unsur Knowledge Management
- Sumber Daya Manusia: Orang-orang dalam organisasi yang memiliki pengetahuan dan keterampilan.
- Proses: Proses yang mendukung penciptaan, penyimpanan, distribusi, dan penerapan pengetahuan.
- Teknologi: Alat dan sistem yang digunakan untuk mengelola pengetahuan, seperti database, intranet, dan perangkat lunak kolaborasi.
- Konten: Informasi dan pengetahuan yang dimiliki organisasi, baik yang tersirat maupun eksplisit.
Manfaat Knowledge Management
- Meningkatkan Inovasi: Memungkinkan organisasi untuk menghasilkan ide-ide baru dan lebih baik melalui kolaborasi dan berbagi pengetahuan.
- Meningkatkan Pengambilan Keputusan: Dengan akses terhadap pengetahuan yang tepat, pengambilan keputusan menjadi lebih baik dan tepat waktu.
- Meningkatkan Efisiensi Operasional: Mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari informasi yang sudah ada dan mengurangi duplikasi usaha.
- Meningkatkan Pembelajaran Organisasi: Memungkinkan organisasi untuk belajar dari kesalahan masa lalu dan meningkatkan pengetahuan kolektif.
- Mengurangi Risiko Hilangnya Pengetahuan: Dengan mendokumentasikan pengetahuan, organisasi dapat mengurangi risiko kehilangan pengetahuan saat karyawan kunci meninggalkan organisasi.
Contoh Implementasi Knowledge Management
Contoh 1: Perusahaan Teknologi
Suatu perusahaan teknologi menggunakan sistem manajemen pengetahuan untuk menyimpan dan berbagi kode, panduan teknis, dan dokumentasi proyek. Hal ini memungkinkan pengembang di seluruh dunia untuk berkolaborasi dan berbagi solusi, yang pada akhirnya mempercepat pengembangan produk baru.
Contoh 2: Organisasi Pelayanan Kesehatan
Rumah sakit menggunakan Knowledge Management untuk mengelola catatan medis dan penelitian klinis. Pengetahuan yang dikumpulkan dari berbagai kasus dapat digunakan untuk meningkatkan perawatan pasien dan membantu dalam penelitian medis.
Daftar Pustaka
- Davenport, T. H., & Prusak, L. (1998). Working Knowledge: How Organizations Manage What They Know. Harvard Business School Press.
- Nonaka, I., & Takeuchi, H. (1995). The Knowledge-Creating Company: How Japanese Companies Create the Dynamics of Innovation. Oxford University Press.
- Wiig, K. M. (1993). Knowledge Management Foundations: Thinking about Thinking – How People and Organizations Create, Represent, and Use Knowledge. Schema Press.

0 Response to "KNOWLEDGE MANAGEMENT"
Posting Komentar