MODEL DAN PENDEKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
MODEL DAN PENDEKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pendahuluan
Pengambilan keputusan merupakan kompetensi inti manajemen modern. Proses ini harus sistematis, terukur, dan responsif terhadap dinamika lingkungan — menggabungkan model rasional, administratif, intuitif, incremental, dan politikal sesuai konteks.
Konsep Dasar Pengambilan Keputusan
Secara operasional, pengambilan keputusan adalah rangkaian aktivitas dari identifikasi masalah, pengumpulan informasi, pembentukan alternatif, penilaian, sampai pemilihan dan implementasi alternatif. Elemen kunci meliputi: masalah/peluang, tujuan, alternatif, informasi, kriteria, pilihan, implementasi, dan monitoring.
Pengertian & Elemen
Keputusan organisasi menggantungkan pada informasi kuantitatif & kualitatif. Prosesnya melibatkan aspek kognitif individu, dinamika tim, dan struktur organisasi. Kriteria keputusan yang baik: relevansi, kelayakan, keberterimaan, kesesuaian etika, keandalan bukti, dan kemampuan adaptasi.
Lingkungan Keputusan
Lingkungan informasi dibedakan menjadi kepastian, risiko, dan ketidakpastian. Teknik yang digunakan berbeda-beda: optimisasi untuk kepastian, decision tree untuk risiko, dan pendekatan heuristik/eksperimen untuk ketidakpastian.
Jenis-Jenis Keputusan dalam Organisasi
Keputusan dikategorikan menjadi terprogram (rutin, berbasis SOP), tidak terprogram (unik, strategis), serta menurut tingkat: strategis, taktikal, dan operasional. Masing-masing memerlukan proses, alat, dan otoritas berbeda.
Terprogram vs Tidak Terprogram
Keputusan terprogram sesuai untuk aktivitas rutin yang dapat diotomasi. Keputusan tidak terprogram memerlukan analisis kreatif dan sering membawa dampak besar jangka panjang (mis. merger, pivot model bisnis).
Strata Keputusan
Strategis: dampak jangka panjang, diambil oleh top management. Taktis: menyusun rencana untuk mewujudkan strategi. Operasional: keputusan harian berbasis prosedur.
Model Pengambilan Keputusan — Penjelasan Inti
Model Rasional
Model rasional berasumsi informasi lengkap dan preferensi stabil. Tahapan umum: identifikasi masalah, analisis, pengembangan alternatif, evaluasi (cost-benefit, decision tree), pemilihan, implementasi, evaluasi. Kelebihan: transparan & terdokumentasi. Kelemahan: mahal dan kadang tidak realistis.
Model Administratif (Simon)
Konsep bounded rationality — manusia memiliki keterbatasan informasi dan kognitif sehingga menerapkan satisficing (memilih yang cukup baik). Efisien waktu, namun berisiko sub-optimal jangka panjang.
Model Intuitif
Intuisi muncul dari pengalaman tersimpan (tacit knowledge). Cocok pada situasi darurat atau ketika informasi terbatas. Kelemahan: rentan bias dan sulit dipertanggungjawabkan tanpa verifikasi.
Model Incremental
Pembuatan kebijakan melalui perubahan kecil bertahap (muddling through). Mengurangi resistensi, tetapi lambat dan membatasi inovasi radikal.
Model Politikal
Keputusan sebagai hasil negosiasi, bargaining, dan koalisi. Memaklumi kekuatan politik organisasi—berguna untuk legitimasi, namun risiko keberpihakan pada aktor kuat.
Model Garbage Can
Menjelaskan keputusan yang terjadi karena kebetulan bertemunya masalah, solusi, sumber daya, dan pengambil keputusan—umumnya di organisasi dengan struktur longgar.
Pendekatan dalam Pengambilan Keputusan
Pendekatan dapat bersifat kuantitatif (analitis), kualitatif, perilaku, dan berbasis data/teknologi. Di era digital, data-driven decision making (AI, ML, BI dashboards) menjadi kunci kompetitif.
Pendekatan Kuantitatif
Mengandalkan model matematis seperti regresi, linear programming, decision tree, simulasi Monte Carlo, dan cost-benefit analysis untuk pengambilan keputusan yang objektif & terukur.
Pendekatan Kualitatif
Memanfaatkan FGD, Delphi, SWOT, dan penilaian ahli untuk memahami konteks sosial-budaya dan aspek yang tidak mudah dikalkulasi secara numerik.
Pendekatan Perilaku
Mengakui bias kognitif seperti confirmation bias, anchoring, overconfidence, dan escalation of commitment—penting untuk menerapkan teknik debiasing (second opinion, red-teaming).
Pendekatan Berbasis Data & Teknologi
Big data, AI, dan machine learning memungkinkan keputusan prediktif: rekomendasi produk, dynamic pricing, dan prediksi stok. Dashboard BI mempercepat pemahaman manajerial.
Proses Pengambilan Keputusan Manajerial (Ringkas)
- Identifikasi masalah — temukan gap antara kondisi nyata dan yang diharapkan.
- Diagnosis & analisis — gunakan 5 Why’s, fishbone, data kuantitatif/kualitatif.
- Pengembangan alternatif — brainstorming, benchmarking, scenario building.
- Evaluasi alternatif — cost-benefit, MCDM, decision tree.
- Pemilihan — pilih alternatif paling seimbang antara manfaat, risiko, & nilai organisasi.
- Implementasi — action plan, alokasi sumber daya, komunikasi, manajemen perubahan.
- Monitoring & evaluasi — KPI, feedback loop, post-implementation review.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan
Faktor utama: kualitas informasi, waktu, sumber daya, nilai & etika organisasi, budaya perusahaan, karakter pengambil keputusan, serta tekanan internal/eksternal. Manajer perlu mengelola kombinasi faktor ini untuk mengurangi bias dan meningkatkan kualitas keputusan.
Contoh Kasus Singkat — Ekspansi Pasar pada Perusahaan Makanan Ringan
Masalah: stagnasi penjualan selama tiga tahun. Alternatif: ekspansi digital, pembukaan cabang, atau inovasi produk. Analisis kuantitatif & kualitatif menunjukkan kombinasi inovasi produk dan ekspansi digital bertahap (incremental + rasional) sebagai keputusan terbaik.
Kesimpulan
Tidak ada satu model yang universal. Keberhasilan pengambilan keputusan bergantung pada kemampuan memilih model/pendekatan sesuai konteks, memadukan analisis data, pengalaman, pertimbangan etika, serta mekanisme partisipatif dan monitoring.
Untuk mengunduh dokumen sumber lengkap, masukkan email Anda
Dengan subscribe Anda mendapatkan link download dan notifikasi update artikel.

0 Response to "MODEL DAN PENDEKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN"
Posting Komentar