Soal UTS Sistem Pengendalian Manajemen
UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK -
MATA KULIAH :
Sistem Pengendalian Manajemen
HARI/TGL :
WAKTU :
100 MENIT
DOSEN :
SIFAT UJIAN :
TUTUP BUKU
- Jelaskan hakikat dari sistem pengendalian manajemen.
- Apa itu sistem pengendalian manajemen.
- Mengapa sistem pengendalian manajemen mempengaruhi perilaku manusia?
- Apa itu pusat pertanggungjawaban?
- Jelaskan jenis-jenis pusat pertanggungjawaban, berikut dengan contohnya.
- Jelaskan perbedaan pusat beban teknik dan pusat beban kebijakan.
- Mengapa pusat pertanggungjawaban harus efektif dan efisien?
- Mengapa laba dapat mengukur efektivitas dan efisiensi?
- Apa saja permasalahan yang akan muncul dengan adanya Pusat Laba.
- Apakah bagian manufaktur dapat berperan sebagai Pusat Laba? Jelaskan pendapatan Saudara.
- Mengapa unit Tekonologi Informasi dapat berperan sebagai Pusat Laba?
- Bagaimana Saudara mengukur kinerja manajer Pusat Laba?
- Bagaimana menghitung marjin kontribusi, dan mengapa margin kontribusi dapat digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur kinerja manajer Pusat Laba?
Berikut adalah jawaban diatas :
1. Hakikat Sistem Pengendalian
Manajemen
Hakikat dari sistem pengendalian manajemen adalah mekanisme atau proses yang
digunakan oleh manajemen untuk memastikan bahwa kegiatan organisasi berjalan
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pengendalian ini melibatkan
perencanaan, pengukuran kinerja, dan evaluasi untuk memastikan efektivitas
serta efisiensi operasional.
2. Pengertian Sistem Pengendalian
Manajemen
Sistem Pengendalian Manajemen (SPM): adalah
proses yang dilakukan oleh manajemen untuk mengarahkan, memantau, dan
mengevaluasi kinerja organisasi serta individu dalam mencapai tujuan
perusahaan. Sistem ini melibatkan penyusunan rencana, penerapan kebijakan,
pengukuran kinerja, dan umpan balik.
3. Mengapa Sistem Pengendalian
Manajemen Mempengaruhi Perilaku Manusia?
Sistem pengendalian manajemen mempengaruhi perilaku manusia karena:
- Menetapkan tujuan dan standar kinerja yang harus dicapai.
- Memberikan insentif (reward) dan hukuman (punishment).
- Membentuk budaya organisasi melalui pengendalian proses dan hasil.
- Mendorong individu untuk bekerja secara efisien dan efektif guna
mencapai target yang ditetapkan.
4. Pengertian Pusat
Pertanggungjawaban
Pusat pertanggungjawaban: adalah unit organisasi
yang dipimpin oleh seorang manajer, yang bertanggung jawab atas kinerja unit
tersebut dalam kaitannya dengan pengendalian biaya, pendapatan, dan investasi.
5. Jenis-Jenis Pusat
Pertanggungjawaban dan Contohnya
1. Pusat
Biaya (Cost Center): Bertanggung jawab atas pengendalian biaya.
- Contoh: Departemen produksi, departemen pemeliharaan.
2. Pusat
Pendapatan (Revenue Center): Bertanggung jawab atas penghasilan
pendapatan.
- Contoh: Departemen penjualan atau tim marketing.
3. Pusat
Laba (Profit Center): Bertanggung jawab atas pendapatan dan
biaya sehingga menghasilkan laba.
- Contoh: Cabang toko atau unit bisnis tertentu.
4. Pusat
Investasi (Investment Center): Bertanggung jawab atas laba dan
investasi modal yang digunakan.
- Contoh: Unit bisnis strategis (Strategic Business Unit
- SBU).
6. Perbedaan Pusat Beban Teknik dan
Pusat Beban Kebijakan
·
Pusat Beban Teknik:
Beban yang sifatnya dapat diukur secara teknis dan kuantitatif.
- Contoh: Penggunaan listrik atau bahan baku di pabrik.
·
Pusat Beban Kebijakan:
Beban yang timbul akibat kebijakan manajemen, sehingga sulit diukur secara
teknis.
- Contoh: Biaya penelitian dan pengembangan atau biaya
pemasaran.
7. Mengapa Pusat Pertanggungjawaban
Harus Efektif dan Efisien?
Pusat pertanggungjawaban harus efektif dan efisien karena:
- Efektivitas memastikan tujuan organisasi tercapai.
- Efisiensi memastikan penggunaan sumber daya secara optimal dengan
biaya minimal.
- Menjaga produktivitas dan kinerja unit organisasi dalam jangka
panjang.
8. Mengapa Laba Dapat Mengukur
Efektivitas dan Efisiensi?
Laba dapat digunakan sebagai ukuran efektivitas dan efisiensi karena:
- Efektivitas: Laba menunjukkan sejauh mana tujuan pendapatan
tercapai.
- Efisiensi: Laba mencerminkan kemampuan dalam mengendalikan
biaya untuk memaksimalkan keuntungan.
9. Permasalahan yang Muncul dengan
Adanya Pusat Laba
- Konflik antara unit atau divisi terkait alokasi biaya bersama.
- Fokus berlebihan pada laba jangka pendek dibanding strategi jangka
panjang.
- Kesulitan mengukur laba yang akurat jika terdapat biaya yang sulit
diatribusikan ke unit tertentu.
10. Apakah Bagian Manufaktur Dapat
Berperan sebagai Pusat Laba?
Ya, bagian manufaktur dapat berperan sebagai pusat laba jika:
- Diberikan tanggung jawab untuk mengontrol biaya produksi dan
menjual produknya ke unit internal atau eksternal dengan harga tertentu.
- Contoh: Sebuah pabrik yang memproduksi komponen dan menjualnya ke
unit lain di dalam perusahaan atau pelanggan eksternal.
11. Mengapa Unit Teknologi Informasi
Dapat Berperan sebagai Pusat Laba?
Unit Teknologi Informasi dapat berperan sebagai pusat laba jika:
- Memberikan layanan teknologi kepada unit lain dalam perusahaan
atau pelanggan eksternal.
- Contoh: Divisi IT yang menyediakan layanan cloud computing dengan
tarif tertentu.
12. Cara Mengukur Kinerja Manajer
Pusat Laba
- Laba bersih: Menghitung pendapatan dikurangi semua biaya.
- Marjin kontribusi: Mengukur seberapa besar kontribusi unit terhadap
laba perusahaan.
- Return on Sales (ROS): Mengukur laba bersih dibandingkan dengan total
penjualan.
- Kualitas layanan/produk: Menggunakan indikator kepuasan pelanggan.
13. Cara Menghitung Marjin
Kontribusi dan Alasan Menggunakannya
·
Rumus Marjin
Kontribusi:
- Contoh: Jika penjualan = Rp 100.000 dan biaya variabel
= Rp 60.000, maka marjin kontribusi = Rp 40.000.
·
Mengapa Digunakan:
- Marjin kontribusi menggambarkan seberapa besar
pendapatan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan laba.
- Menilai kinerja manajer pusat laba dalam
mengontrol biaya variabel dan meningkatkan pendapatan.

0 Response to "Soal UTS Sistem Pengendalian Manajemen"
Posting Komentar