Catatan Kuliah Manajemen & Bisnis

Catatan Kuliah Manajemen  &  Bisnis

Soal UTS Pengantar Manajemen


Petunjuk Pengerjaan:

1.        Berdoa dahulu sebelum mulai mengerjakan soal.

2.        Bacalah setiap soal yang tersedia dengan teliti.

1.        Kerjakan  5 dari soal yang tersedia, setiap soal memiliki bobot nilai  yang sama (20%).

 Kerjakan soal dibawah ni dengan jelas

  1. Jelaskan tentang pengertian Manajemen !! mengapa manajemen disebut sebagai profesi, seni dan ilmu ?
  2. Seburkan dan jelaskan langkah-langkah dalam pendekatan pada management science.!
  3. Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.! Jelaskan Proses atau prosedur yang diperlukan oleh perancang organisasi !
  4. Sebutkan dan jelaskan beserta contohnya sebab-sebab terjadinya kegagalan manager dalam mendelegasikan tugas kepada bawahannya ?
  5. Perencanaan yang paling esensial adalah meminimalisasi resiko atau hambatan serta ancaman yang mengelilingi organisasi yang dapat memberi ketidakpatian pada pencapaian tujuan organisasi. ! Jelaskan serta beri contoh kasus, dari pernyataan diatas !

 

Jawaban Soal diatas:

1. Pengertian Manajemen dan Mengapa Manajemen Disebut Sebagai Profesi, Seni, dan Ilmu

Pengertian Manajemen
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Proses ini melibatkan pengambilan keputusan dan tindakan yang memastikan sumber daya seperti manusia, waktu, dan dana digunakan sebaik mungkin.

Manajemen Sebagai Profesi
Manajemen disebut profesi karena memiliki standar kompetensi, kode etik, serta keahlian khusus yang harus dikuasai oleh seorang manajer. Seorang manajer memerlukan pendidikan dan pelatihan yang terus-menerus untuk berkembang dan beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan bisnis. Sebagai profesi, manajer memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan, serta pada kualitas dan hasil yang dicapai dalam organisasi.

Manajemen Sebagai Seni
Manajemen disebut seni karena dalam praktiknya, manajer menggunakan keterampilan pribadi, intuisi, pengalaman, dan kreativitas dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah yang ada. Keahlian ini bisa berbeda antara individu satu dengan yang lain, tergantung pada pengalaman dan pendekatan pribadi masing-masing.

Manajemen Sebagai Ilmu
Manajemen disebut ilmu karena berdasarkan teori, prinsip, dan konsep yang dapat dipelajari, diuji, dan diterapkan dalam berbagai situasi organisasi. Konsep-konsep tersebut dapat diukur dan dianalisis secara sistematis, dan hasilnya dapat dibuktikan melalui penelitian atau eksperimen.


2. Langkah-Langkah dalam Pendekatan pada Management Science

Pendekatan Management Science berfokus pada penggunaan metode matematis dan statistik untuk memecahkan masalah manajerial dan membuat keputusan yang lebih baik. Berikut adalah langkah-langkah dalam pendekatan ini:

a. Identifikasi Masalah
Langkah pertama adalah mengidentifikasi masalah atau situasi yang membutuhkan keputusan. Dalam dunia manajemen, ini bisa berupa masalah dalam produksi, distribusi, atau manajemen sumber daya manusia.

b. Pengumpulan Data
Data yang relevan dikumpulkan untuk memahami masalah secara lebih mendalam. Ini termasuk data internal dan eksternal yang berkaitan dengan proses, biaya, atau kinerja.

c. Pemodelan Matematis
Masalah yang ada diterjemahkan ke dalam model matematis. Misalnya, dalam manajemen produksi, model optimasi dapat digunakan untuk memaksimalkan output atau meminimalkan biaya.

d. Penyelesaian Model
Menggunakan teknik-teknik analisis, seperti metode pemrograman linier atau simulasi, untuk menyelesaikan model tersebut.

e. Pengambilan Keputusan
Berdasarkan solusi yang ditemukan dari model matematis, manajer dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif.

f. Implementasi dan Evaluasi
Keputusan yang diambil diterapkan dalam organisasi dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.


3. Proses atau Prosedur yang Diperlukan oleh Perancang Organisasi

Proses atau prosedur dalam perancangan organisasi adalah langkah-langkah yang digunakan untuk menciptakan struktur yang sesuai agar organisasi dapat mencapai tujuan dengan efisien. Berikut adalah prosedur yang perlu dilakukan oleh perancang organisasi:

a. Penentuan Tujuan Organisasi
Sebelum merancang organisasi, perancang harus memahami dengan jelas tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ini menjadi dasar bagi desain struktur organisasi.

b. Penentuan Aktivitas dan Tugas
Perancang perlu menentukan aktivitas-aktivitas utama yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Kemudian, aktivitas ini dikelompokkan menjadi tugas-tugas tertentu yang dapat dibagi di antara anggota organisasi.

c. Pembagian Tugas
Pembagian tugas ini melibatkan penentuan siapa yang akan melakukan pekerjaan tersebut dan bagaimana cara kerja akan diatur dalam organisasi.

d. Penentuan Struktur Hierarki
Struktur hierarki mengacu pada siapa yang melapor kepada siapa. Ini menentukan hubungan antara manajer dan bawahannya serta memperjelas alur komunikasi.

e. Penyusunan Sistem Pengawasan dan Koordinasi
Penyusunan sistem pengawasan dan koordinasi untuk memastikan semua bagian organisasi bekerja dengan baik dan terkoordinasi. Hal ini memastikan kelancaran operasional organisasi.

f. Evaluasi dan Penyesuaian
Setelah organisasi dirancang, perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan struktur organisasi tersebut berjalan efektif. Jika diperlukan, penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.


4. Sebab-Sebab Terjadinya Kegagalan Manajer dalam Mendelegasikan Tugas kepada Bawahannya

Beberapa sebab terjadinya kegagalan dalam mendelegasikan tugas adalah:

a. Ketakutan Kehilangan Kendali
Manajer mungkin merasa bahwa jika mereka mendelegasikan tugas, mereka akan kehilangan kendali atas proses atau hasil pekerjaan.

b. Tidak Mempercayai Kemampuan Bawahan
Manajer yang tidak mempercayai kemampuan bawahannya untuk menyelesaikan tugas dengan baik cenderung tidak mendelegasikan tugas.

c. Tidak Jelas dalam Memberikan Instruksi
Jika manajer tidak memberikan instruksi yang jelas dan terperinci, bawahan mungkin merasa bingung atau tidak yakin dalam melaksanakan tugas tersebut.

d. Tidak Memberikan Otoritas yang Cukup
Mendelegasikan tugas juga berarti memberikan otoritas yang sesuai. Jika otoritas yang diberikan kurang, bawahan akan merasa tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan tugas.

e. Terlalu Banyak Tugas yang Harus Dilakukan
Manajer yang merasa terlalu sibuk sering kali tidak mendelegasikan tugas karena mereka merasa lebih mudah melakukan sendiri daripada memberikan tugas kepada orang lain.

Contoh:
Seorang manajer proyek di perusahaan konstruksi merasa bahwa jika dia memberikan tanggung jawab kepada bawahannya, kualitas proyek akan menurun. Oleh karena itu, dia cenderung menyelesaikan banyak tugas sendiri, meskipun seharusnya dia dapat mendelegasikan pekerjaan itu.


5. Meminimalisasi Risiko dan Hambatan dalam Perencanaan untuk Mencapai Tujuan Organisasi

Pernyataan ini mengarah pada pentingnya perencanaan yang matang untuk menghadapi ketidakpastian yang mungkin timbul selama pelaksanaan tujuan organisasi. Dalam perencanaan, manajer harus mempertimbangkan faktor-faktor eksternal dan internal yang bisa menghambat pencapaian tujuan dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

Contoh Kasus:
Sebuah perusahaan retail berencana untuk membuka cabang baru di daerah yang belum terjamah. Namun, manajer perencanaan mengidentifikasi risiko tinggi berupa ketidakpastian ekonomi dan perubahan kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi pasar. Untuk meminimalkan risiko ini, perusahaan memutuskan untuk melakukan riset pasar yang mendalam dan menyiapkan rencana kontinjensi, seperti memilih lokasi yang lebih stabil atau menunda ekspansi hingga kondisi pasar lebih kondusif.

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal UTS Pengantar Manajemen"

Posting Komentar

💖 Donasi