Catatan Kuliah Manajemen & Bisnis

Catatan Kuliah Manajemen  &  Bisnis

Soal UTS Manajemen Usaha Kecil & Menengah (MUKM)

 



UJIAN TENGAH  SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK -

 

MATA KULIAH    

:

Manajemen Usaha Kecil & Menengah  (MUKM)

SEMESTER 

:

V

HARI/TANGGAL   

:

Rabu, 01 Agustus 2018

DOSEN        

:

Nono Sugiono, SE., MM.

WAKTU    

:

100 MENIT

SIFAT     

:

 Close Book


Petunjuk Pengerjaan:

1.    Berdoa dahulu sebelum mulai mengerjakan soal.

2.    Bacalah setiap soal yang tersedia dengan teliti.

3.    Kerjakan minimal  5 (lima) dari 7 (tujuh) soal yang tersedia.

  1. Jelaskan apa yang dimaksed dengan “Manajemen Tradisional” UKM ?Jelaskan penyebabnya !
  2. Dimasa krisis tidak sedikit perusahaan besar yang gulung tikar, sementara UKM dapat bertahan. Menurut Saudara apa yang menyebabkan UKM dapat bertahan. !
  3. Dalam melakukan perubahan harga barang dan jasa, kita harus secara hati-hati mempertimbangkan reaksi-reaksi pembeli dan pesaing kita. Mengapa hal tersebut harus kita pertimbangkan, jelaskan dan berikan contohnya. !
  4. Jelaskan bagaimana mindset entrepreneur dan bagaimana cara membangun mindset entrepreneur tersebut pada diri kita ?
  5. Apa alasan /dorongan /motivasi penting seseorang menjadi wirausaha. Jelaskan dengan menggunakan Teori Life path Change bagaimana terbentuknya wirausaha ?
  6. Dalam mengembangkan UKM dituntut untuk dapat menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantage). Jelaskan apa dari pernyataan tersebut dan berikan contohnya. !
  7. Dalam pemasaran UKM harus memberikan informasi yang jelas dan jujur terhadap produk dan jasa yang ditawarkan, karena konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi sesuatu bukan hanya mengharapkan sekedar barang dan jasa saja, akan tetapi ada sesuatu yang lain, yaitu CITRA. Jelaskan apa yang dimaksud dengan citra dan berikan contohnya.

 

 Berikut jawaban untuk soal-soal diatas:


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Manajemen Tradisional” UKM? Jelaskan penyebabnya!

Manajemen Tradisional UKM adalah pola pengelolaan usaha yang masih menggunakan cara-cara konvensional dengan sedikit atau tanpa penerapan sistem modern. Biasanya UKM dijalankan berdasarkan pengalaman pribadi atau warisan keluarga.

Ciri-ciri Manajemen Tradisional UKM:

  • Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi dan pengalaman.
  • Minimnya perencanaan strategis tertulis.
  • Pengelolaan keuangan tidak teratur (tercampurnya keuangan usaha dan pribadi).
  • Struktur organisasi tidak formal atau bahkan tidak ada.

Penyebab Manajemen Tradisional UKM:

  1. Kurangnya Pengetahuan dan Akses Pendidikan: Pemilik usaha sering kali tidak memiliki akses ke pelatihan manajemen modern.
  2. Terbatasnya Modal: UKM sering berfokus pada operasional harian daripada pengembangan sistem manajemen.
  3. Skala Usaha yang Kecil: Pemilik UKM cenderung mengelola sendiri sehingga tidak merasa perlu untuk memiliki struktur formal.
  4. Keterbatasan Teknologi: Banyak UKM masih menggunakan metode manual dalam produksi dan administrasi.

Contoh: Seorang pedagang makanan ringan yang tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran secara tertulis, hanya mengandalkan ingatan.


2. Mengapa UKM dapat bertahan di masa krisis sementara banyak perusahaan besar gulung tikar?

UKM memiliki fleksibilitas dan daya adaptasi yang tinggi sehingga lebih mampu bertahan di tengah krisis. Faktor-faktor penyebabnya adalah:

  1. Struktur Organisasi yang Sederhana: UKM lebih cepat mengambil keputusan tanpa melalui hierarki panjang.
  2. Biaya Operasional yang Rendah: UKM biasanya memiliki biaya operasional yang lebih kecil dibandingkan perusahaan besar.
  3. Skala Produksi Fleksibel: UKM mudah menyesuaikan produksi sesuai permintaan pasar.
  4. Kedekatan dengan Konsumen: UKM memiliki hubungan yang lebih personal dengan pelanggan, sehingga loyalitas pelanggan cenderung tinggi.
  5. Produk Lokal dan Sederhana: UKM sering kali memproduksi barang kebutuhan sehari-hari yang tetap dicari meskipun kondisi ekonomi buruk.

Contoh: UKM kuliner yang tetap laris saat krisis karena kebutuhan makanan tetap ada, sementara perusahaan otomotif mengalami penurunan penjualan akibat daya beli masyarakat menurun.


3. Mengapa harus mempertimbangkan reaksi pembeli dan pesaing dalam perubahan harga? Berikan contohnya.

Perubahan harga barang dan jasa harus dipertimbangkan dengan cermat karena dapat mempengaruhi:

1.      Reaksi Pembeli:

    • Penurunan harga bisa meningkatkan penjualan tetapi mungkin dianggap menurunkan kualitas produk.
    • Kenaikan harga bisa membuat pelanggan beralih ke pesaing jika nilai tambahnya tidak jelas.

2.      Reaksi Pesaing:

    • Penurunan harga bisa memicu perang harga yang merugikan semua pihak.
    • Pesaing dapat merespon dengan inovasi produk atau strategi promosi yang lebih baik.

Contoh:

  • Jika sebuah UKM menjual produk minuman dengan harga lebih murah, pesaing bisa merespons dengan memberikan diskon atau bundling produk.
  • Kenaikan harga produk tanpa peningkatan kualitas bisa membuat pelanggan berpindah ke merek lain yang lebih murah.

4. Jelaskan mindset entrepreneur dan bagaimana cara membangunnya pada diri kita?

Mindset Entrepreneur adalah pola pikir seorang wirausaha yang berfokus pada inovasi, solusi, peluang, dan keberanian mengambil risiko untuk mencapai tujuan bisnis.

Ciri-Ciri Mindset Entrepreneur:

  1. Berorientasi pada peluang dan inovasi.
  2. Fokus pada solusi daripada masalah.
  3. Memiliki keberanian mengambil risiko.
  4. Selalu ingin belajar dan berkembang.
  5. Berpikir kreatif dan adaptif terhadap perubahan.

Cara Membangun Mindset Entrepreneur:

  1. Belajar dari Pengalaman dan Kegagalan: Melihat kegagalan sebagai pelajaran.
  2. Mengembangkan Rasa Ingin Tahu: Selalu mencari peluang baru.
  3. Berpikir Positif dan Proaktif: Mengambil inisiatif untuk bertindak.
  4. Melatih Disiplin dan Konsistensi: Membentuk kebiasaan produktif setiap hari.
  5. Mengikuti Pelatihan dan Membaca Buku Inspiratif: Menambah wawasan tentang kewirausahaan.

Contoh: Seorang individu membangun mindset entrepreneur dengan mengikuti seminar bisnis, membaca kisah sukses pengusaha, dan mulai berani mencoba usaha kecil.


5. Apa motivasi penting seseorang menjadi wirausaha? Jelaskan dengan Teori Life Path Change!

Motivasi seseorang menjadi wirausaha dipengaruhi oleh keinginan untuk meraih kebebasan finansial, aktualisasi diri, dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat.

Teori Life Path Change menjelaskan bahwa seseorang memutuskan menjadi wirausaha karena perubahan signifikan dalam hidupnya. Perubahan ini mendorong individu mencari jalan baru melalui kewirausahaan.

Faktor yang Memotivasi Menjadi Wirausaha:

  1. Dorongan Ekonomi: Keinginan mendapatkan penghasilan lebih baik.
  2. Kemandirian: Ingin bebas dari keterikatan pekerjaan formal.
  3. Keadaan Terpaksa: Kehilangan pekerjaan atau krisis ekonomi.
  4. Minat dan Bakat: Memiliki ide atau keterampilan tertentu yang ingin dikembangkan.

Contoh: Seseorang yang terkena PHK saat krisis akhirnya memutuskan memulai usaha catering berdasarkan keterampilannya memasak.


6. Jelaskan pentingnya nilai tambah dalam menciptakan keunggulan daya saing UKM! Berikan contohnya.

Nilai tambah adalah segala sesuatu yang membuat produk atau layanan lebih berharga bagi konsumen dibandingkan dengan pesaing. UKM yang mampu menciptakan nilai tambah akan memiliki keunggulan daya saing (competitive advantage).

Cara menciptakan nilai tambah:

  1. Inovasi Produk: Menghasilkan produk yang unik dan berbeda.
  2. Pelayanan Unggul: Memberikan layanan pelanggan yang cepat dan ramah.
  3. Kualitas yang Lebih Baik: Mengutamakan kualitas dibandingkan harga murah.
  4. Pengemasan Menarik: Desain yang menarik dan ramah lingkungan.

Contoh:

  • UKM makanan ringan menggunakan kemasan ramah lingkungan dan menyertakan cerita unik tentang produk.
  • UKM batik menawarkan batik dengan desain modern dan teknik pewarnaan alami yang diminati pasar internasional.

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan citra dan berikan contohnya!

Citra adalah persepsi atau kesan yang dimiliki konsumen terhadap produk, jasa, atau merek suatu bisnis. Citra yang baik mencerminkan kepercayaan dan kualitas, sehingga memengaruhi keputusan pembelian.

Pentingnya Citra:

  • Menciptakan loyalitas pelanggan.
  • Membuat produk lebih unggul dibanding pesaing.
  • Membangun kepercayaan jangka panjang.

Contoh:

  • UKM yang menjual kopi organik dan menampilkan citra "ramah lingkungan" dengan kemasan daur ulang akan menarik konsumen yang peduli terhadap lingkungan.
  • Sebuah usaha kuliner yang dikenal menjaga kebersihan dan kualitas bahan akan memiliki citra positif di mata pelanggan.

 

 

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal UTS Manajemen Usaha Kecil & Menengah (MUKM)"

Posting Komentar

💖 Donasi