Soal UAS Manajemen Strategik
UJIAN
AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK -
Mata Kuliah : Manajemen Strategik
Hari,
Tanggal:
Prodi :
Akuntansi
Waktu :
120 Menit
- Jelaskan berbagai manfaat yang diperoleh perusahaan dengan melakukan aktivitas environmental scanning?
- Apakah perusahaan yang akan menyusun formulasi strategi senantiasa harus melakukan aktivitas environmental scanning?
- Jelaskan berbagai persamaan dan perbedaan aktivitas monitoring, forecasting dan assessing dalam kaitannya dengan aktivitas environmental scanning?
- Jelaskan berbagai alat analisis lingkungan ekstrnal yang saudara ketahui serta berikan contoh analisis lingkungan eksternal yang dilakukan korporasi di Indonesia?
- Jelaskan berbagai alat analisis lingkungan internal yang saudara ketahui serta berikan contoh analisis lingkungan internal yang dilakukan korporasi di Indonesia.
- Apakah yang dimaksud dengan analisis situasiasional dalam formulasi strategi serta jelaskan alat analisis situasional yang saudara ketahui.
- Jelaskan berbagai kelemahan dan kelebihan analisis SWOT?
- Jelaskan berbagai langkah analisis SWOT yang digunakan perusahaan pada saat melakukan formulasi strategi?
- Jelaskan berbagai factor yang menjadi penyebab kegagalan formulasi strategi?
- Jelaskan langkah-langkah yang dilakukan perusahaan pada saat melakukan formulasi stratgi dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard
Berikut
Jawaban diatas:
1. Manfaat Environmental Scanning
bagi Perusahaan
Environmental scanning adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi dan
menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang dapat
mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Manfaat dari environmental scanning
meliputi:
- Identifikasi Peluang dan Ancaman: Perusahaan dapat menemukan peluang baru atau mengenali
ancaman potensial.
- Antisipasi Perubahan Lingkungan: Memungkinkan perusahaan bersiap menghadapi perubahan
teknologi, ekonomi, politik, dan sosial.
- Pengambilan Keputusan Strategis: Data yang diperoleh mendukung pengambilan keputusan yang
lebih baik dan berbasis fakta.
- Meningkatkan Daya Saing: Perusahaan dapat menyesuaikan strategi untuk mempertahankan
atau meningkatkan daya saing.
- Efisiensi Operasional: Menghindari biaya yang tidak perlu akibat perubahan mendadak.
- Manajemen Risiko: Membantu dalam perencanaan untuk mengurangi risiko eksternal.
Contoh: Perusahaan teknologi seperti Gojek memanfaatkan
environmental scanning untuk mengidentifikasi tren digitalisasi dan kebutuhan
transportasi online di Indonesia.
2. Apakah Environmental Scanning
Wajib dalam Formulasi Strategi?
Ya, environmental scanning sangat penting dalam formulasi strategi.
Alasannya:
- Pemahaman Lingkungan Bisnis: Tanpa analisis lingkungan, perusahaan akan buta terhadap
perubahan eksternal dan internal.
- Menghindari Risiko: Dengan mengetahui tren pasar, perusahaan bisa mengantisipasi
ancaman.
- Formulasi Strategi Efektif: Membantu perusahaan mencocokkan sumber daya dengan lingkungan
yang berubah.
- Berbasis Data: Strategi yang diambil lebih valid karena berdasarkan data
lingkungan.
Namun, intensitas dan frekuensinya bergantung pada:
- Skala perusahaan (besar atau kecil).
- Dinamika industri tempat perusahaan beroperasi.
3. Persamaan dan Perbedaan
Monitoring, Forecasting, dan Assessing dalam Environmental Scanning
- Persamaan:
Semua aktivitas bertujuan untuk memahami lingkungan eksternal yang
mempengaruhi organisasi.
- Perbedaan:
- Monitoring: Mengamati perubahan lingkungan secara terus-menerus dan
sistematis untuk mendeteksi tren.
- Forecasting: Memprediksi perubahan yang akan terjadi di masa depan
berdasarkan data historis.
- Assessing: Mengevaluasi dampak potensial dari tren dan perubahan lingkungan
terhadap strategi bisnis.
Contoh:
- Monitoring: Perusahaan memantau tren inflasi di Indonesia.
- Forecasting: Memprediksi inflasi akan naik 2% dalam dua tahun.
- Assessing: Mengevaluasi dampak inflasi terhadap biaya produksi
dan harga jual produk.
4. Alat Analisis Lingkungan
Eksternal
Beberapa alat analisis lingkungan eksternal meliputi:
- PESTEL Analysis: Menganalisis faktor Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi,
Lingkungan, dan Hukum.
- Contoh: Industri energi di Indonesia menggunakan PESTEL untuk
memahami kebijakan pemerintah terkait energi terbarukan.
- Porter’s Five Forces: Menganalisis kekuatan kompetitif dalam industri, yaitu
ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pelanggan, ancaman
produk substitusi, dan persaingan di antara pesaing.
- Analisis Industri: Menilai kondisi persaingan dalam industri.
- Contoh: Perusahaan FMCG seperti Unilever menganalisis
perubahan pola konsumsi masyarakat.
- Analisis Makro Ekonomi: Melihat perkembangan ekonomi global dan nasional.
5. Alat Analisis Lingkungan
Internal
Beberapa alat analisis lingkungan internal antara lain:
- VRIO Analysis: Menilai sumber daya dan kapabilitas perusahaan apakah
Valuable, Rare, Inimitable, dan Organized.
- Value Chain Analysis: Menganalisis rantai nilai untuk meningkatkan efisiensi.
- Contoh: Indofood
menganalisis proses produksi mi instan untuk menekan biaya.
- Financial Ratio Analysis: Mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan.
- Benchmarking: Membandingkan kinerja internal perusahaan dengan pesaing.
6. Analisis Situasional dalam
Formulasi Strategi
Analisis situasional adalah proses menilai kondisi internal dan eksternal
organisasi untuk menyusun strategi yang sesuai.
Alat Analisis Situasional:
- SWOT Analysis: Mengidentifikasi Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan
Threats.
- TOWS Matrix: Menghubungkan SWOT untuk menyusun strategi.
- Balanced Scorecard: Mengevaluasi kinerja perusahaan dari empat perspektif:
keuangan, pelanggan, proses bisnis, dan pembelajaran.
7. Kelebihan dan Kelemahan
Analisis SWOT
- Kelebihan:
- Sederhana dan mudah dipahami.
- Menyediakan pandangan komprehensif.
- Mendorong pemikiran strategis.
- Kelemahan:
- Subjektif karena bergantung pada penilaian individu.
- Tidak memberikan prioritas pada faktor yang diidentifikasi.
- Kurang spesifik dalam rekomendasi strategi.
8. Langkah-Langkah Analisis SWOT
- Mengidentifikasi faktor internal: Kekuatan dan Kelemahan.
- Mengidentifikasi faktor eksternal: Peluang dan Ancaman.
- Membuat TOWS Matrix:
- SO (Strength-Opportunity): Menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang.
- WO (Weakness-Opportunity): Mengatasi kelemahan untuk meraih
peluang.
- ST (Strength-Threat): Menggunakan kekuatan untuk mengatasi
ancaman.
- WT (Weakness-Threat): Meminimalkan kelemahan dan ancaman.
9. Penyebab Kegagalan Formulasi
Strategi
- Kurangnya pemahaman lingkungan bisnis.
- Data yang tidak akurat.
- Resistensi internal terhadap perubahan.
- Fokus yang berlebihan pada keuntungan jangka pendek.
- Keterbatasan sumber daya dan kapabilitas perusahaan.
10. Langkah-Langkah Formulasi
Strategi dengan Balanced Scorecard
- Mengidentifikasi visi, misi, dan tujuan
perusahaan.
- Menentukan indikator kinerja berdasarkan
empat perspektif:
- Keuangan:
ROI, profitabilitas.
- Pelanggan: Kepuasan pelanggan.
- Proses Internal: Efisiensi proses.
- Pembelajaran dan Pertumbuhan: Pelatihan karyawan, inovasi.
- Menerjemahkan strategi menjadi action plan.
- Mengukur dan mengevaluasi kinerja.
Contoh: Perusahaan seperti Telkom Indonesia
menggunakan Balanced Scorecard untuk mengevaluasi pertumbuhan pelanggan,
efisiensi biaya, dan inovasi teknologi.

0 Response to "Soal UAS Manajemen Strategik"
Posting Komentar