Catatan Kuliah Manajemen & Bisnis

Catatan Kuliah Manajemen  &  Bisnis

Soal UAS Komunikasi Bisnis


 Instruksi:

  • Kerjakan seluruh soal dengan jelas dan tepat.

1.      Seseorang bisa saja memiliki ide yang luar biasa bagus, namun itu tidak akan berarti apa-apa bagi kariernya ataupun perusahaan tempatnya bekerja jika ia tidak dapat menyampaikan ide tersebut dengan jelas dan persuasif. Untuk itu, jelaskan lima karakteristik komunikasi yang efektif.

2.      Dalam komunikasi bisnis, etika harus diutamakan. Menurut Saudara, apa yang dimaksud dengan ethical communication? Apa pula yang membedakan antara ethical dilemma dengan ethical lapse? Sertakan contohnya.

3.      Sebagai pebisnis, bekerja dalam tim merupakan hal yang tak terelakkan. Jelaskan keuntungan dan kelemahan bekerja dalam tim.

4.      Pebisnis saat ini sering melakukan transaksi lintas budaya, sehingga keterampilan lintas budaya menjadi sangat dibutuhkan. Jelaskan pentingnya memahami variasi budaya, dan uraikan empat kategori dalam perbedaan budaya tersebut.

5.      Dalam menyusun pesan-pesan bisnis, ada tiga tahap yang diperlukan agar pesan tersebut efektif, yaitu planning, writing, dan completing. Salah satu tugas dalam tahap planning adalah memilih media yang paling tepat untuk menyampaikan pesan. Jelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih media agar pesan tersebut efektif.

 

Jawaban Soal Ujian Komunikasi Bisnis

1. Lima karakteristik komunikasi yang efektif:
Komunikasi yang efektif sangat penting untuk menyampaikan ide dengan jelas dan persuasif. Lima karakteristik komunikasi yang efektif adalah:

a. Jelas (Clarity):
Pesan harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan tidak ambigu. Tujuannya adalah agar penerima pesan dapat memahami maksud komunikasi dengan cepat.
Contoh: Menjelaskan strategi pemasaran menggunakan langkah-langkah terstruktur tanpa istilah teknis yang berlebihan.

b. Ringkas (Conciseness):
Komunikasi yang efektif harus langsung pada inti masalah tanpa mengurangi makna atau informasi penting. Hindari pengulangan kata atau informasi yang tidak perlu.
Contoh: Penyampaian laporan penjualan hanya berisi angka dan analisis utama tanpa tambahan informasi tidak relevan.

c. Kohesif (Coherence):
Pesan yang disampaikan harus memiliki alur logis, terstruktur, dan saling berkaitan antara bagian-bagiannya.
Contoh: Presentasi bisnis yang dimulai dengan latar belakang, analisis, solusi, dan diakhiri dengan kesimpulan.

d. Spesifik (Specificity):
Informasi yang disampaikan harus fokus pada tujuan komunikasi dan mencakup detail yang relevan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Contoh: Menyampaikan target penjualan kuartal kedua dengan angka spesifik dan strategi pencapaiannya.

e. Responsif (Responsiveness):
Komunikasi yang efektif melibatkan umpan balik dari penerima pesan untuk memastikan pesan dipahami dan ditindaklanjuti.
Contoh: Mengajukan pertanyaan setelah presentasi untuk mengevaluasi pemahaman audiens.


2. Pengertian ethical communication, perbedaan ethical dilemma dan ethical lapse, serta contohnya:

a. Ethical communication:
Ethical communication adalah proses penyampaian pesan dengan jujur, transparan, bertanggung jawab, dan menghormati pihak lain tanpa memanipulasi informasi. Komunikasi ini bertujuan untuk membangun kepercayaan dan integritas dalam hubungan bisnis.
Contoh: Seorang manajer memberikan informasi yang akurat kepada karyawan tentang situasi perusahaan, meskipun kabar tersebut sulit diterima.

b. Ethical dilemma:
Ethical dilemma adalah situasi di mana seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama benar secara etika, tetapi memiliki konsekuensi yang berbeda.
Contoh: Seorang manajer harus memilih antara memecat karyawan yang tidak produktif atau mempertahankannya demi loyalitas.

c. Ethical lapse:
Ethical lapse adalah tindakan yang melanggar prinsip etika dengan sengaja atau tidak sengaja demi keuntungan pribadi atau organisasi.
Contoh: Seorang pebisnis memalsukan laporan keuangan agar terlihat lebih menguntungkan.


3. Keuntungan dan kelemahan bekerja dalam tim:

a. Keuntungan bekerja dalam tim:

  • Kreativitas meningkat: Adanya beragam ide dan perspektif dari anggota tim.
  • Pekerjaan lebih efisien: Pembagian tugas memungkinkan penyelesaian lebih cepat.
  • Dukungan moral: Anggota tim dapat saling memotivasi dan mendukung dalam menyelesaikan tantangan.
  • Keputusan lebih baik: Diskusi kelompok menghasilkan keputusan yang lebih matang dan objektif.

b. Kelemahan bekerja dalam tim:

  • Konflik antar anggota: Perbedaan pendapat dapat menimbulkan ketidakharmonisan.
  • Ketergantungan pada anggota lain: Kinerja tim bisa terhambat jika salah satu anggota tidak bekerja maksimal.
  • Proses lebih lambat: Diskusi dan koordinasi membutuhkan waktu lebih lama.
  • Free-rider problem: Beberapa anggota tim hanya bergantung pada kerja keras anggota lainnya.

4. Pentingnya memahami variasi budaya dan empat kategori perbedaan budaya:

a. Pentingnya memahami variasi budaya:
Dalam bisnis lintas budaya, memahami perbedaan budaya sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman, membangun kepercayaan, serta menciptakan komunikasi yang efektif. Keterampilan lintas budaya membantu pebisnis menyesuaikan gaya komunikasi sesuai budaya audiens.

b. Empat kategori perbedaan budaya:

·         Nilai-nilai dan keyakinan:
Setiap budaya memiliki nilai yang dijunjung tinggi, seperti menghormati hierarki atau mengutamakan kebersamaan.
Contoh: Budaya Jepang sangat menghargai hierarki dalam organisasi.

·         Gaya komunikasi:
Gaya komunikasi bisa bersifat langsung (to the point) atau tidak langsung (menghindari konfrontasi).
Contoh: Orang Amerika lebih suka komunikasi langsung, sementara orang Asia cenderung menghindari kata “tidak”.

·         Sikap terhadap waktu:
Beberapa budaya sangat menghargai ketepatan waktu (monokronik), sedangkan budaya lain lebih fleksibel (polikronik).
Contoh: Budaya Jerman sangat ketat terhadap waktu, sementara di Indonesia lebih fleksibel.

·         Etiket dan perilaku bisnis:
Ini mencakup aturan sosial dan sopan santun yang berlaku dalam budaya tertentu.
Contoh: Memberikan kartu nama dengan kedua tangan di budaya Asia dianggap lebih sopan.


5. Faktor-faktor dalam memilih media komunikasi yang efektif:

Dalam tahap planning, pemilihan media yang tepat sangat memengaruhi efektivitas penyampaian pesan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan antara lain:

a. Audiens:
Pertimbangkan siapa penerima pesan, termasuk latar belakang, preferensi, dan keterampilan teknologi mereka.
Contoh: Media email lebih cocok untuk audiens profesional, sementara media visual lebih efektif untuk audiens awam.

b. Tujuan komunikasi:
Sesuaikan media dengan tujuan komunikasi, seperti menyampaikan informasi, membujuk, atau mendidik.
Contoh: Presentasi tatap muka lebih efektif untuk negosiasi penting.

c. Urgensi pesan:
Jika pesan harus disampaikan cepat, media seperti telepon atau pesan instan lebih tepat dibandingkan surat resmi.
Contoh: Menggunakan WhatsApp untuk menyampaikan instruksi mendesak kepada tim.

d. Kerumitan pesan:
Pesan yang kompleks memerlukan media yang mendukung penjelasan mendetail, seperti video, laporan tertulis, atau presentasi visual.
Contoh: Penggunaan infografis untuk menjelaskan data rumit kepada audiens.

e. Biaya dan sumber daya:
Pertimbangkan efisiensi biaya dan ketersediaan sumber daya dalam menggunakan media tertentu.
Contoh: Mengirim email lebih hemat dibandingkan mengirim surat cetak dalam jumlah besar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal UAS Komunikasi Bisnis"

Posting Komentar

💖 Donasi