Catatan Kuliah Manajemen & Bisnis

Catatan Kuliah Manajemen  &  Bisnis

Manajemen Krisis dan Risiko Global


Pengantar
Manajemen krisis dan risiko global merupakan aspek penting dalam strategi perusahaan yang beroperasi di pasar internasional. Dalam dunia yang semakin terhubung dan kompleks, perusahaan menghadapi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi operasi dan keberhasilan mereka. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang identifikasi dan analisis risiko, strategi mitigasi krisis, serta pengelolaan dan pemulihan krisis sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif dan memastikan kelangsungan bisnis. 

1. Identifikasi dan Analisis Risiko Global
Identifikasi dan analisis risiko adalah langkah pertama dalam manajemen risiko yang efektif. Risiko global mencakup berbagai potensi ancaman yang dapat mempengaruhi operasi perusahaan di berbagai negara. Proses ini melibatkan pengidentifikasian risiko yang mungkin terjadi dan analisis dampaknya terhadap bisnis. Dengan memahami risikorisiko ini, perusahaan dapat merancang strategi yang lebih baik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya krisis dan meminimalkan dampaknya jika krisis terjadi.

Identifikasi risiko global adalah proses mengenali potensi ancaman dan tantangan yang dapat mempengaruhi operasi bisnis internasional. Risiko ini dapat bersifat politik, ekonomi, sosial, atau lingkungan.

Jenis Risiko Global:
  • Risiko Politik: Termasuk ketidakstabilan politik, perubahan kebijakan pemerintah, dan konflik internasional.
Contoh Risiko Politik: Krisis politik di Venezuela dapat mempengaruhi perusahaan internasional yang memiliki investasi atau operasi di negara tersebut, seperti perusahaan energi yang menghadapi pembatasan atau pengambilalihan aset.
  • Risiko Ekonomi: Meliputi fluktuasi mata uang, resesi ekonomi, dan perubahan dalam kondisi pasar global.
Contoh Risiko Ekonomi: Krisis mata uang di Turki pada tahun 2018 menyebabkan fluktuasi tajam dalam nilai tukar, mempengaruhi perusahaan yang memiliki eksposur terhadap mata uang lira.
  • Risiko Sosial: Berhubungan dengan perubahan dalam kondisi sosial atau budaya, seperti protes atau perubahan dalam preferensi konsumen.
Contoh Risiko Sosial: Perubahan preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan dapat mempengaruhi perusahaan yang tidak beradaptasi dengan tren ini, seperti produsen plastik yang menghadapi penurunan permintaan.
  • Risiko Lingkungan: Meliputi bencana alam, perubahan iklim, dan dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan.
Contoh Risiko Lingkungan: Perusahaan yang beroperasi di daerah rawan bencana alam, seperti Jepang yang terkena gempa bumi, harus mempertimbangkan risiko bencana dalam perencanaan mereka.

Analisis risiko global adalah proses mengevaluasi potensi dampak dan kemungkinan terjadinya risiko yang telah diidentifikasi. Analisis ini membantu perusahaan untuk memahami seberapa besar risiko tersebut dan prioritas mitigasi yang diperlukan.

Metode Analisis Risiko:
  • Analisis Kualitatif: Menggunakan penilaian subjektif untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya.
Contoh Analisis Kualitatif: Menggunakan penilaian risiko untuk mengevaluasi kemungkinan dampak sosial dari perubahan kebijakan pemerintah terhadap operasi bisnis.
  • Analisis Kuantitatif: Menggunakan data numerik dan model statistik untuk mengukur risiko dan dampaknya secara lebih objektif.
Contoh Analisis Kuantitatif: Menggunakan model simulasi untuk mengevaluasi dampak perubahan nilai tukar mata uang terhadap profitabilitas perusahaan.

Contoh:
Sebagai contoh, perusahaan multinasional seperti Unilever menggunakan pendekatan analisis risiko yang komprehensif untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko global yang mungkin mempengaruhi rantai pasokan mereka. Mereka mempertimbangkan risiko politik di negaranegara tempat mereka beroperasi, serta fluktuasi mata uang dan risiko lingkungan, untuk merancang strategi mitigasi yang efektif.

2. Strategi Mitigasi Krisis
Strategi mitigasi krisis adalah rencana dan tindakan yang dirancang untuk mengurangi dampak dari krisis yang mungkin terjadi. Strategi ini mencakup langkahlangkah proaktif untuk menghindari atau mengurangi risiko serta mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi krisis dengan cara yang efektif. Dengan menerapkan strategi mitigasi yang baik, perusahaan dapat meminimalkan kerusakan dan mempercepat pemulihan pascakrisis.

Strategi mitigasi krisis adalah serangkaian tindakan yang dirancang untuk mengurangi kemungkinan terjadinya krisis dan dampaknya. Strategi ini meliputi perencanaan, pencegahan, dan pengelolaan risiko.

  • Perencanaan Krisis: Mengembangkan rencana kontinjensi yang mencakup langkahlangkah untuk menghadapi berbagai jenis krisis. Ini termasuk penyusunan tim krisis, pembuatan prosedur darurat, dan pelatihan karyawan.

Contoh Perencanaan Krisis: BP memiliki rencana kontinjensi untuk menghadapi tumpahan minyak, yang mencakup prosedur darurat, tim respons krisis, dan pelatihan untuk karyawan dalam menangani situasi darurat.
  • Pencegahan Krisis: Mengidentifikasi dan mengimplementasikan tindakan yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya krisis, seperti diversifikasi pasokan, asuransi, dan pemantauan risiko.
Contoh Pencegahan Krisis: Perusahaan penerbangan seperti Delta Air Lines menggunakan asuransi dan kontrak jaminan pasokan untuk memitigasi risiko terkait dengan gangguan pasokan suku cadang dan bahan bakar.
  • Pengelolaan Risiko: Mengelola risiko secara berkelanjutan dengan memantau lingkungan bisnis, mengevaluasi potensi ancaman, dan memperbarui rencana mitigasi sesuai kebutuhan.
Contoh Pengelolaan Risiko: Perusahaan teknologi seperti Apple terus memantau risiko keamanan siber dan memperbarui sistem keamanan mereka untuk melindungi data pelanggan dan mencegah pelanggaran keamanan.

Contoh:
Sebagai contoh, perusahaan global seperti Johnson & Johnson telah mengembangkan strategi mitigasi krisis yang mencakup pembuatan tim tanggap krisis, sistem komunikasi darurat, dan rencana pemulihan. Ketika menghadapi masalah terkait produk, seperti penarikan produk, mereka mengimplementasikan strategi ini untuk meminimalkan dampak terhadap merek dan operasional.

3. Pengelolaan Krisis dan Pemulihan
Pengelolaan krisis dan pemulihan adalah proses yang melibatkan penanganan situasi krisis yang sedang berlangsung dan upaya untuk kembali ke kondisi normal setelah krisis berlalu. Pengelolaan yang efektif membantu perusahaan untuk mengurangi dampak negatif krisis dan mempercepat proses pemulihan.

Pengelolaan krisis adalah proses koordinasi dan pengendalian selama krisis untuk meminimalkan dampak dan mengelola respons. Ini melibatkan komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan yang cepat, dan pelaksanaan rencana darurat.
  • Komunikasi Krisis: Mengelola komunikasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, dan media, untuk memastikan informasi yang akurat dan konsisten selama krisis.
Contoh Komunikasi Krisis: Ketika Facebook mengalami pelanggaran data besarbesaran, mereka mengeluarkan pernyataan resmi dan memberikan informasi transparan kepada publik mengenai langkahlangkah yang diambil untuk mengatasi masalah dan melindungi data pengguna.
  • Pengambilan Keputusan: Membuat keputusan cepat dan efektif untuk mengatasi masalah dan mengurangi dampak krisis. Ini melibatkan koordinasi dengan tim krisis dan penggunaan informasi yang tersedia untuk membuat keputusan yang tepat.
Contoh Pengambilan Keputusan: Selama pandemi COVID19, banyak perusahaan, seperti Amazon, harus memutuskan bagaimana menyesuaikan operasi mereka untuk menjaga kesehatan karyawan dan melanjutkan layanan pelanggan, termasuk mengimplementasikan kebijakan kerja dari rumah dan peningkatan protokol kesehatan.

Pemulihan krisis adalah proses mengembalikan perusahaan ke kondisi normal setelah krisis dan melakukan evaluasi untuk mencegah krisis serupa di masa depan. Ini melibatkan evaluasi dampak krisis, pemulihan operasional, dan perbaikan sistem.
  • Evaluasi Dampak Krisis: Menilai kerusakan yang disebabkan oleh krisis dan dampaknya terhadap bisnis, termasuk kerugian finansial, dampak terhadap reputasi, dan perubahan dalam operasi.
Contoh Evaluasi Dampak: Setelah krisis tumpahan minyak Deepwater Horizon, BP melakukan evaluasi dampak untuk menilai kerugian lingkungan, kerusakan reputasi, dan biaya pemulihan, serta melaporkan hasilnya kepada pemangku kepentingan.
  • Pemulihan Operasional: Mengembalikan operasi bisnis ke kondisi normal dan memastikan bahwa semua sistem dan proses berfungsi dengan baik setelah krisis.
Contoh Pemulihan Operasional: Perusahaan perhotelan seperti Marriott melakukan pemulihan operasional setelah serangan siber dengan memperbarui sistem keamanan, melatih staf, dan melakukan audit untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik.
  • Perbaikan Sistem: Mengidentifikasi pelajaran yang dipelajari dari krisis dan melakukan perbaikan pada sistem dan prosedur untuk mencegah terjadinya krisis serupa di masa depan.
Contoh Perbaikan Sistem: Setelah mengalami masalah kualitas produk, Toyota melakukan perbaikan sistem dengan memperbarui proses produksi, meningkatkan kontrol kualitas, dan melatih karyawan untuk mencegah masalah serupa di masa depan.

Contoh:
Sebagai contoh, perusahaan seperti Tylenol, setelah menghadapi krisis keracunan produk pada tahun 1982, melakukan pengelolaan krisis yang efektif dengan menarik produk dari pasar, melakukan komunikasi terbuka dengan publik, dan memperkenalkan kemasan antitamper untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan mengembalikan reputasi merek mereka.


Daftar Pustaka
  1. Suryanto, A. (2023). Manajemen Krisis dan Risiko Global: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
  2. Wibowo, T. (2022). Strategi Mitigasi Krisis dan Pengelolaan Risiko. Jakarta: Penerbit Alfabeta.
  3. Coombs, W. T. (2021). Ongoing Crisis Communication: Planning, Managing, and Responding. Sage Publications.
  4. Pearson, C. M., & Mitroff, I. I. (2020). From Crisis Prone to Crisis Prepared: A Framework for Crisis Management. JosseyBass.
  5. Lagadec, P. (2020). "Global Risk Management and Crisis Management." Journal of Contingencies and Crisis Management, 28(2), 123135.
  6. James, L. R., & Wooten, L. P. (2021). "Organizational Responses to Crises: A Review of the Literature." Academy of Management Review, 46(3), 423450.



Dokumen ini memberikan panduan mendalam mengenai identifikasi dan analisis risiko global, strategi mitigasi krisis, serta pengelolaan dan pemulihan krisis. Penjelasan ini disertai dengan contoh nyata yang menggambarkan bagaimana konsepkonsep ini diterapkan dalam praktik untuk membantu perusahaan menghadapi dan mengelola risiko global secara efektif.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Manajemen Krisis dan Risiko Global"

Posting Komentar

💖 Donasi