Catatan Kuliah Manajemen & Bisnis

Catatan Kuliah Manajemen  &  Bisnis

Laporan Bisnis


1. Pengertian dan Definisi Laporan Bisnis
1.1 Pengertian Laporan Bisnis
Laporan bisnis adalah dokumen tertulis yang menyajikan informasi, data, analisis, dan rekomendasi terkait aspekaspek tertentu dari operasi atau performa bisnis. Laporan ini dirancang untuk membantu pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, dan perencanaan strategis dalam organisasi. Laporan bisnis dapat disusun untuk berbagai tujuan, mulai dari pemantauan kinerja keuangan hingga penilaian proyek atau riset pasar.

1.2 Definisi Laporan Bisnis
Secara umum, laporan bisnis memiliki beberapa elemen kunci:
Dokumen Tertulis: Laporan bisnis disusun dalam bentuk dokumen yang dapat dicetak atau dikirimkan secara elektronik.
Tujuan Khusus: Laporan ini ditulis dengan tujuan tertentu, seperti memberikan informasi tentang hasil keuangan, mengulas proyek, atau menganalisis pasar.
Struktur Teratur: Laporan bisnis biasanya memiliki struktur yang jelas, termasuk pengantar, isi utama, dan kesimpulan, dengan format yang sesuai dengan jenis laporan dan audiens.
Data dan Analisis: Laporan ini menyajikan data dan analisis yang mendalam untuk mendukung informasi yang disampaikan dan membantu pengambilan keputusan.

2. Tujuan Laporan Bisnis
2.1 Tujuan Utama
  1. Informasi dan Evaluasi: Laporan bisnis digunakan untuk menyampaikan informasi penting yang diperlukan untuk evaluasi dan pengambilan keputusan. Contoh: Laporan keuangan triwulanan yang memberikan gambaran tentang kinerja keuangan perusahaan.
  2. Pengambilan Keputusan: Memberikan informasi yang relevan untuk membantu manajemen membuat keputusan yang berinformasi. Contoh: Laporan analisis pasar yang membantu menentukan strategi pemasaran baru.
  3. Pemantauan dan Pengendalian: Menyediakan data untuk memantau dan mengendalikan berbagai aspek operasi bisnis. Contoh: Laporan kinerja proyek yang menilai apakah proyek berjalan sesuai dengan rencana dan anggaran.
2.2 Tujuan Tambahan
  • Dokumentasi dan Rekam Jejak: Berfungsi sebagai catatan tertulis dari kegiatan dan kinerja yang dapat dirujuk di masa depan. Contoh: Laporan audit yang mendokumentasikan hasil pemeriksaan keuangan perusahaan.
  • Komunikasi dan Transparansi: Memastikan bahwa semua pemangku kepentingan memiliki akses ke informasi penting dan transparansi dalam operasi bisnis. Contoh: Laporan tahunan perusahaan yang disebarluaskan kepada pemegang saham dan karyawan.
  • Perencanaan dan Strategi: Menyediakan dasar untuk perencanaan strategis dan pengembangan rencana masa depan. Contoh: Laporan riset pasar yang membantu dalam merumuskan strategi produk baru.
3. Fungsi Laporan Bisnis
3.1 Fungsi Utama
  1. Penyampaian Informasi: Laporan bisnis berfungsi untuk menyampaikan informasi yang diperlukan untuk berbagai tujuan bisnis. Contoh: Laporan penjualan bulanan yang menunjukkan hasil penjualan dan tren yang muncul.
  2. Analisis dan Evaluasi: Menyediakan analisis mendalam untuk mengevaluasi kinerja dan hasil dari berbagai kegiatan bisnis. Contoh: Laporan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang menilai posisi pasar perusahaan.
  3. Pengambilan Keputusan: Mendukung proses pengambilan keputusan dengan memberikan data yang relevan dan analisis yang mendalam. Contoh: Laporan feasibility study untuk menilai kelayakan proyek investasi baru.
3.2 Fungsi Tambahan
  1. Dokumentasi dan Arsip: Menyimpan informasi penting sebagai arsip untuk referensi di masa depan. Contoh: Laporan proyek yang disimpan sebagai dokumentasi untuk evaluasi proyek di masa depan.
  2. Komunikasi Eksternal dan Internal: Menyediakan saluran komunikasi antara berbagai bagian organisasi dan pihak luar seperti investor atau regulator. Contoh: Laporan tahunan yang disebarluaskan kepada pemegang saham dan pihak berkepentingan.
  3. Evaluasi Kinerja: Membantu dalam menilai kinerja individu, tim, atau organisasi secara keseluruhan. Contoh: Laporan evaluasi kinerja tahunan untuk menilai pencapaian target oleh departemen.
4.Manfaat Laporan Bisnis
4.1 Manfaat Utama
  1. Pengambilan Keputusan yang Berbasis Data: Laporan bisnis menyediakan informasi yang akurat dan relevan yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Contoh: Laporan keuangan yang membantu manajer dalam merencanakan anggaran dan alokasi sumber daya.
  2. Evaluasi Kinerja: Memungkinkan evaluasi kinerja dari berbagai aspek bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Contoh: Laporan kinerja proyek yang menilai apakah proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran.
  3. Transparansi dan Akuntabilitas: Memastikan bahwa semua pihak yang berkepentingan memiliki akses ke informasi penting dan membantu menjaga akuntabilitas. Contoh: Laporan audit tahunan yang menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan.
4.2 Manfaat Tambahan
  1. Pengelolaan dan Perencanaan: Memfasilitasi perencanaan strategis dan pengelolaan sumber daya dengan memberikan informasi yang diperlukan. Contoh: Laporan analisis pasar yang mendukung perencanaan produk baru dan strategi pemasaran.
  2. Peningkatan Komunikasi: Meningkatkan komunikasi antara berbagai bagian organisasi dan dengan pihak eksternal. Contoh: Laporan bulanan yang menginformasikan karyawan tentang pencapaian perusahaan dan rencana mendatang.
  3. Dokumentasi Berharga: Menyediakan catatan dokumentasi yang dapat digunakan untuk referensi dan analisis di masa depan. Contoh: Laporan historis yang menunjukkan tren penjualan dari waktu ke waktu.
5. Jenis Laporan Bisnis
5.1 Jenis Utama
  1. Laporan Keuangan: Menyajikan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan, termasuk laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Contoh: Laporan laba rugi triwulanan yang menunjukkan pendapatan, biaya, dan keuntungan perusahaan.
  2. Proyek: Berfokus pada status dan hasil dari proyek tertentu, termasuk kemajuan, anggaran, dan risiko. Contoh: Laporan kemajuan proyek yang memberikan rincian tentang pencapaian dan masalah yang dihadapi.
  3. Laporan Riset Pasar: Menyajikan hasil dari riset pasar, termasuk analisis tren, perilaku konsumen, dan peluang pasar. Contoh: Laporan riset pasar yang mengevaluasi potensi pasar untuk produk baru.
5.2 Jenis Tambahan
  1. Laporan Tahunan: Laporan yang menyajikan ringkasan kegiatan dan kinerja perusahaan selama satu tahun. Contoh: Laporan tahunan perusahaan yang mencakup ringkasan keuangan, pencapaian, dan strategi masa depan.
  2. Laporan Audit: Menyediakan hasil dari pemeriksaan internal atau eksternal terhadap keuangan atau operasi perusahaan. Contoh: Laporan audit eksternal yang menilai kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi.
  3. Laporan Analisis Kinerja: Menyediakan analisis mendalam tentang kinerja individu, tim, atau departemen. Contoh: Laporan evaluasi kinerja tahunan untuk menilai pencapaian target dan hasil kerja.
6. Pengaruh Laporan Bisnis Terhadap Organisasi
6.1 Pengaruh Positif
  1. Mendukung Pengambilan Keputusan: Laporan bisnis memberikan data dan analisis yang diperlukan untuk membuat keputusan strategis yang berinformasi. Contoh: Laporan analisis risiko yang membantu manajemen dalam mengambil keputusan tentang investasi baru.
  2. Memfasilitasi Perencanaan dan Strategi: Menyediakan informasi yang mendukung perencanaan strategis dan pengembangan rencana bisnis. Contoh: Laporan riset pasar yang mendukung pengembangan strategi produk dan pemasaran.
  3. Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas: Memastikan bahwa informasi penting tersedia untuk semua pemangku kepentingan dan membantu menjaga akuntabilitas dalam organisasi. Contoh: Laporan tahunan yang memberikan informasi transparan tentang kinerja dan rencana masa depan perusahaan.
6.2 Pengaruh Negatif
  1. Risiko Kesalahan dan Ketidakakuratan: Kesalahan dalam laporan bisnis dapat menyekan kesalahpahaman dan keputusan yang salah. Contoh: Laporan keuangan yang tidak akurat dapat menyekan keputusan investasi yang buruk.
  2. Beban Administratif: Menyusun dan mengelola laporan bisnis memerlukan waktu dan sumber daya, yang dapat menambah beban administratif. Contoh: Proses panjang dalam menyusun laporan tahunan yang melibatkan berbagai departemen.
  3. Kemungkinan Penyampaian yang Tidak Efektif: Jika laporan tidak disusun dengan jelas atau tidak disampaikan dengan baik, informasi mungkin tidak diterima atau dipahami dengan benar. Contoh: Laporan analisis pasar yang disajikan dengan format yang membingungkan dan sulit dipahami oleh pembaca.
7. LangkahLangkah dalam Menyusun Laporan Bisnis
7.1 Perencanaan dan Persiapan
  1. Menetapkan Tujuan: Menentukan tujuan dari laporan untuk memastikan bahwa informasi yang disediakan relevan dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Contoh: Menetapkan tujuan untuk laporan keuangan tahunan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kinerja keuangan perusahaan.
  2. Mengumpulkan Data: Mengumpulkan data yang diperlukan dari berbagai sumber untuk memastikan akurasi dan kelengkapan laporan. Contoh: Mengumpulkan data penjualan, biaya, dan pendapatan untuk laporan laba rugi.
  3. Merancang Struktur: Merancang struktur laporan yang jelas dan logis, termasuk pengantar, isi, dan kesimpulan. Contoh: Menyusun struktur laporan proyek dengan bagian pengantar, kemajuan, dan rekomendasi.
7.2 Penulisan dan Penyuntingan
  1. Menulis Konten: Menyusun teks laporan dengan bahasa yang jelas, formal, dan sesuai dengan audiens target. Contoh: Menulis laporan keuangan dengan bahasa yang akurat dan sesuai standar akuntansi.
  2. Menyunting dan Merevisi: Menyunting dan merevisi laporan untuk memastikan akurasi, kejelasan, dan konsistensi. Contoh: Merevisi laporan analisis pasar untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitas tulisan.
  3. Mendapatkan Umpan Balik: Mengumpulkan umpan balik dari rekan kerja atau ahli untuk memperbaiki laporan dan memastikan efektivitasnya. Contoh: Mengadakan sesi review untuk laporan tahunan sebelum disebarluaskan kepada pemegang saham.
7.3 Penyampaian dan Tindak Lanjut
  1. Menyampaikan Laporan: Mengirimkan atau mempublikasikan laporan dengan cara yang sesuai, memastikan audiens dapat mengakses dan memahami informasi. Contoh: Mengirimkan laporan keuangan tahunan kepada pemegang saham melalui email atau platform laporan perusahaan.
  2. Menindaklanjuti: Mengikuti tindak lanjut setelah penyampaian untuk memastikan laporan diterima dan dipahami dengan baik, serta menjawab pertanyaan atau kekhawatiran yang mungkin timbul. Contoh: Mengirimkan email tindak lanjut kepada manajemen untuk mengonfirmasi penerimaan laporan dan menjelaskan hasil analisis.

Daftar Pustaka
  1. Sujanto, D. (2020). _Laporan Bisnis: Konsep, Teknik, dan Aplikasi_. Jakarta: Penerbit Gramedia.
  2. Sari, R. (2018). _Teknik Penyusunan Laporan Bisnis_. Bandung: Penerbit Alfabeta.
  3. Putra, A. (2021). _Analisis dan Penulisan Laporan Bisnis_. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  4. Guffey, M. E., & Loewy, D. (2019). _Business Communication: Process and Product_. Cengage Learning.
  5. Williams, R. (2017). _Effective Business Communication_. Wiley.
  6. Reynolds, G. (2019). _Presentation Zen: Simple Ideas on Presentation Design and Delivery_. New Riders.
  7. Duarte, N. (2019). _Slide:ology: The Art and Science of Creating Great Presentations_. O'Reilly Media.
  8. Garr, R. (2015). _Slide:ology: The Art and Science of Creating Great Presentations_. O'Reilly Media.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Bisnis"

Posting Komentar

💖 Donasi